Patroli Subuh Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar, 33 Motor Diamankan di Madukoro dan Sudirman

Polsek Semarang Barat melaksanakan KRYD diJalan Madukoro dan Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (22/02/2026) dini hari. (Foto:DocHms)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada waktu rawan terus diperkuat jajaran Polrestabes Semarang. Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), aparat dari Polsek Semarang Barat mengamankan 33 unit sepeda motor yang diduga terlibat aksi balap liar, Minggu (22/02/2026) dini hari.

 

Baca juga : Polrestabes Semarang Tetapkan 4 Tersangka Kasus Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans Tol Krapyak

 

Penindakan difokuskan di dua ruas jalan yang kerap dikeluhkan warga sebagai lokasi balapan ilegal, yakni Jalan Madukoro dan Jalan Jenderal Sudirman, wilayah Kota Semarang.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar Winanomo, S.Si., S.I.K., mengatakan patroli digelar sebagai respons atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas balap liar seusai sahur.

 

“Kami menerima aduan bahwa setelah waktu sahur, sejumlah pemuda memanfaatkan jalanan yang masih sepi untuk balap liar. Kondisi ini tentu membahayakan dan mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya.

 

Baca juga : Karnaval Dugderan 2026 Perkuat Harmoni Lintas Budaya, Libatkan Anak-anak dan Tegaskan Filosofi Warak Ngendog

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga 07.00 WIB tersebut melibatkan personel gabungan dari Unit Samapta, Lantas, SPKT, Intelkam, Reskrim, serta Binmas/Bhabinkamtibmas. Selain menyasar balap liar, patroli juga difokuskan pada pencegahan 3C (curat, curas, curanmor), tawuran, hingga potensi aksi kriminal lainnya.

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati puluhan sepeda motor yang tengah berkumpul dan diduga akan melakukan balap liar. Dari hasil pemeriksaan, sebagian kendaraan tidak dilengkapi pelat nomor serta menggunakan komponen yang tidak sesuai standar teknis.

Sebanyak 33 unit sepeda motor langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Semarang Barat untuk proses lebih lanjut. Para pengendara dikenakan sanksi tilang sesuai pelanggaran yang ditemukan.

 

“Langkah ini bukan semata-mata penindakan, tetapi juga bentuk edukasi agar para remaja tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balap. Risiko kecelakaan sangat tinggi,” tegas Kapolsek.

 

Baca juga : DKM Jami’ Jatisari Gelar Tarhib Ramadhan 1447 H dan Groundbreaking Pesantren Lansia, Ribuan Peserta Ikuti Karnaval Religi

 

Menurut Kompol Andre, pola balap liar kerap meningkat selama bulan Ramadan, khususnya pada waktu subuh ketika arus lalu lintas relatif lengang. Oleh karena itu, patroli akan terus diintensifkan di titik-titik rawan.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hingga dini hari.

 

“Kami mengajak orang tua untuk lebih peduli. Jangan sampai anak-anak terlibat kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.

 

Baca juga : Polisi Klarifikasi Isu Tawuran di Gubernuran Semarang, Satlantas Langsung Gelar Penertiban

 

Selama pelaksanaan KRYD, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Kepolisian memastikan patroli preventif dan penindakan tegas akan terus dilakukan guna menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan Semarang Barat.

 

Baca juga : 15 Ribu Pelanggaran Ditindak di Hari Kelima Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jateng Kedepankan ETLE

 

Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat, memastikan bulan suci tetap berjalan dalam suasana aman, nyaman, dan penuh keberkahan. (Red.ADC/.hms)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top