KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Aksi Bersih Sampah Serentak se-Jawa Tengah yang digelar Selasa (24/02/2026). Di Kota Semarang, kegiatan dipusatkan di Kali Tawang Mas, Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Aksi yang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota ini dikoordinasikan oleh Gubernur Jawa Tengah dari Pantai Jodo, Kabupaten Batang. Di tingkat kota, kegiatan diawali dengan apel bersama, dilanjutkan pembersihan sungai, penanaman pohon di bantaran, serta dialog daring bersama Gubernur.
Baca juga : Pemkot Semarang Perkuat Harmoni Sosial, Sahur Lintas Iman Bersama Sinta Nuriyah di Pura Agung Girinatha
Dalam kesempatan tersebut, Agustina menekankan posisi Kota Semarang sebagai wilayah muara berbagai aliran sungai, termasuk dari wilayah perbatasan. Kondisi ini membuat persoalan sampah di sungai menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan potensi banjir.
“Kota Semarang ini adalah muara. Kalau sampah tidak kita kendalikan, maka dampaknya akan kembali ke masyarakat sendiri. Karena itu sungai harus bersih, tidak boleh menjadi tempat pembuangan,” tegasnya.
Aksi di Kali Tawang Mas berhasil mengangkut sekitar 1,1 ton sampah dan dua dump truck material hasil pengerukan sedimentasi. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 450 peserta dari unsur pemerintah, komunitas, hingga warga sekitar.
Sebelumnya, pada Sabtu (21/02/2026), pembersihan Sungai Jaten juga telah dilakukan dengan hasil 1,4 ton sampah dan partisipasi sekitar 350 warga. Jika diakumulasikan, lebih dari 2,5 ton sampah berhasil diangkat dalam kurun waktu sepekan.
Baca juga : Sampah Menggunung di Sungai Kendal Picu Kekhawatiran, Kapolres Turun Tangan Langsung Bersihkan!
Menurut Agustina, tren peningkatan partisipasi warga menjadi indikator tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Kesadaran masyarakat semakin baik. Ini yang membuat kami optimis, karena persoalan sampah tidak bisa hanya ditangani pemerintah saja,” ujarnya.
Sebagai penguatan sistem, Pemerintah Kota Semarang telah membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai dan Lingkungan) di seluruh kelurahan sejak akhir 2025. Satgas ini berfungsi memantau dan merespons cepat laporan sumbatan sampah, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Agustina menjelaskan, mekanisme pelaporan berbasis grup komunikasi membuat koordinasi lebih efektif dan respons lapangan bisa dilakukan tanpa menunggu waktu lama.
Selain itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga terus diperkuat. Hingga saat ini, terdapat 1.074 unit bank sampah aktif di Kota Semarang dan jumlahnya ditargetkan terus bertambah pada 2026.
Baca juga : Polsek Pakualaman Bersama Forkompimtren Sukseskan JBN Lewat Aksi Bersih Kota
Dalam dialog daring bersama Gubernur Jawa Tengah, Agustina juga menyampaikan bahwa Kota Semarang telah masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Secara administratif, proses telah berjalan dan pemerintah daerah menunggu arahan lanjutan terkait investor yang akan terlibat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pengangkutan, tetapi juga memiliki nilai tambah dan dampak berkelanjutan bagi lingkungan.
Aksi bersih sungai yang dilakukan serentak ini menjadi penegasan bahwa pengendalian banjir dan pelestarian lingkungan harus dimulai dari perubahan perilaku, kolaborasi lintas sektor, serta konsistensi gerakan di lapangan.
Baca juga : Polda Jateng Ungkap 318 Kasus Narkoba Awal 2026, 386 Tersangka dan 66 Kg Barang Bukti Diamankan
Pemerintah Kota Semarang memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik sungai, sebagai bagian dari komitmen menjaga kota tetap aman, sehat, resik, dan berdaya tahan terhadap risiko bencana hidrometeorologi. (Red.ADC/.hms)




