KAB.KENDAL, Bankomsemarangnews.id – Bencana alam banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal akibat tingginya curah hujan yang mengguyur sejak siang hingga malam hari, Kamis (15/01/2026). Berdasarkan laporan petugas di lapangan, banjir merendam permukiman warga, jalan raya, serta fasilitas umum di enam kecamatan dengan ketinggian air bervariasi mulai 5 sentimeter hingga 70 sentimeter.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kendal Kota, Kaliwungu, dan Kaliwungu Selatan. Pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri, BPBD, relawan, dan perangkat desa terus melakukan pemantauan serta penanganan darurat di lokasi terdampak.
Di Kecamatan Ngampel, banjir menggenangi Desa Ngampel Kulon, Ngampel Wetan, Banyurip, Dempelrejo, Kebonagung, dan Rejosari. Bahkan, Kantor Balai Desa Kebonagung turut terendam air akibat luapan yang terjadi secara bertahap.
Baca juga : Polres Kendal Tanam 1.000 Pohon di Brangsong, Kapolres Ajak Warga Jaga Lingkungan
Sementara di Kecamatan Pegandon, genangan air terjadi di Jalan Kyai Abdul Wahab, Desa Tegorejo, dan Desa Karangmulyo. Petugas gabungan mengevakuasi seorang warga lanjut usia berusia 88 tahun bernama Ruhmini dari Dusun Cegunan, Desa Tegorejo, karena rumahnya terendam banjir.

Kondisi paling serius terjadi di Kecamatan Brangsong, tepatnya di Desa Kebonadem, akibat jebolnya tanggul Sungai Waridin yang menyebabkan banjir setinggi hingga 70 sentimeter. Desa Blorok juga turut terdampak genangan air.
Selain itu, Kali Aji di Brangsong dilaporkan bocor tepatnya di depan makam Desa Blorok. Luapan air terjadi akibat curah hujan tinggi serta kondisi talud tanggul yang sudah tua dan mengalami penurunan fungsi.
Baca juga : Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jateng, Akses Dua Desa di Klaten Kembali Terhubung
Salah satu warga Desa Blorok, Maftuhin, mengungkapkan banjir datang secara mendadak.
“Air tiba-tiba masuk ke rumah setelah tanggul bocor. Warga langsung panik dan menyelamatkan barang-barang,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah warga di Desa Blorok dan Sidorejo terendam air dengan ketinggian bervariasi mulai 30 sentimeter hingga setinggi lutut orang dewasa. Akses jalan desa serta lahan pertanian warga juga ikut tergenang.

Warga menilai kondisi Kali Aji mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras berlangsung lama. Sebagai langkah darurat, Pemerintah Desa Blorok bersama warga bergotong royong menutup bagian tanggul yang bocor menggunakan karung pasir dan material seadanya.
“Penutupan tanggul dilakukan secara darurat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait,” kata salah satu perangkat desa di lokasi.
Baca juga : Pekerjaan Peninggian Jalan, Kasatlantas Polrestabes Semarang Pantau Arus Lalin Kaligawe
Di Kecamatan Kendal Kota, banjir merendam sejumlah titik di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Masjid, serta Kelurahan Kalibuntuwetan, Kebondalem, Patukangan, Ngilir, dan Balok. Untuk mengurangi debit air, Bendung Trompo dibuka sebanyak empat pintu.

Wilayah pesisir juga terdampak banjir, meliputi Desa Kumpulrejo, Sarirejo, Wonorejo, Mororejo, dan Kutoharjo di Kecamatan Kaliwungu. Sementara di Kecamatan Kaliwungu Selatan, banjir merendam Desa Plantaran dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Baca juga : Taklimat Awal Tahun Presiden RI: Fokus Infrastruktur dan Program Prioritas 2026
Tak hanya permukiman, Jalan Raya Soekarno Hatta Kendal kembali terendam banjir pada Kamis malam. Genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter menutup ruas jalan di depan Swalayan Sama-Sama, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara.

Salah satu warga, Agus Susanto, mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan menuju Kota Kendal.
“Kalau malam ini mau ke Kota Kendal lebih baik diurungkan dulu. Airnya cukup tinggi dan berisiko,” ujarnya.
Baca juga : Pendaki Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Polres Purbalingga Bantu Evakuasi
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar, terutama pada perabot rumah tangga dan sektor pertanian warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang tinggi dalam beberapa hari ke depan. (ADC/.hms)




