KOTA SEMARANG, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang menggelar kegiatan simpatik di Jalan Kelud Raya, Semarang, Rabu (16/07/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah edukatif dan humanis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, S.Ag., S.H., M.H., kegiatan melibatkan 24 personel Satlantas, 6 personel dari Jasa Raharja Semarang, serta 5 personel dari UPTD Semarang 3. Fokus utama giat ini adalah memberikan edukasi kepada pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, mengenai pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengendara yang telah tertib, petugas juga membagikan helm gratis kepada mereka yang memenuhi syarat: membawa kelengkapan administrasi, melengkapi kendaraan sesuai ketentuan, dan mengenakan helm yang belum memenuhi standar keselamatan.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tertib berlalu lintas sekaligus mengedukasi pentingnya penggunaan helm standar SNI untuk keselamatan bersama,” ujar AKBP Yunaldi di lokasi kegiatan.
Baca juga : Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2025 Selama 14 Hari, Kerahkan 2.480 Personel di Seluruh Wilayah
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setyo Budi, yang menilai pendekatan simpatik ini sejalan dengan semangat humanis yang diusung Polri dalam Operasi Patuh Candi 2025.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas. Melalui edukasi dan tindakan simpatik seperti ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan,” jelas Kompol Agung.
Baca juga : Satlantas Polres Semarang Gelar Ramcek Gabungan Dalam Ops Patuh Candi 2025.
Kegiatan simpatik tersebut menjadi bagian dari strategi preventif dan persuasif yang diusung dalam Operasi Patuh Candi 2025, dengan harapan dapat membentuk budaya tertib lalu lintas di tengah masyarakat Kota Semarang secara berkelanjutan. (ADC/.hms)





