Hujan Deras Picu Talut Sungai Jebol di Mangkang Kulon Semarang, 260 Jiwa Terdampak

TNI-Polri bekerjasama dengan relawan dan masyarakat berupaya membersihkan sisa lumpur akibat talut jebol di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Rabu (04/03/2026). (Foto:DocBankom)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dilaporkan jebol pada Rabu (04/03/2026) dini hari. Peristiwa ini terjadi usai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (03/03/2026) pukul 23.00 WIB.

Akibat jebolnya talut, debit air sungai meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Tercatat sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 260 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut.

Kepala BPBD Kota Semarang, Drs. Endro Pudyo Martanto,M.Si, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang memicu peningkatan debit air secara signifikan.

 

“Kejadiannya setelah hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa (03/03/2026) pukul 23.00 WIB. Debit air sungai meningkat dan meluap hingga akhirnya talut jebol. Akibatnya, 50 kepala keluarga atau 260 jiwa terdampak. Selain ke rumah warga, banjir juga berdampak pada Pesantren Al Mukaror yang dihuni sekitar 60 santri,” ujar Endro.

 

Menurutnya, air sempat masuk ke sejumlah rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 40 sentimeter. Meski demikian, banjir dilaporkan surut dalam waktu sekitar satu jam setelah debit air mulai berangsur turun.

 

“Alhamdulillah, banjir relatif cepat surut. Saat ini genangan sudah tidak ada, namun menyisakan lumpur di sejumlah rumah warga. Kami bersama unsur terkait melakukan asesmen dan pembersihan lokasi,” tambahnya.

 

Selain permukiman warga, genangan juga merendam area Pesantren Al Mukaror yang dihuni sekitar 60 santri. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur penahan air, terutama di wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Tugu. Warga berharap perbaikan talut segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Personil Bankom Semarang bersama unsur relawan dan jajaran aparat setempat turut melakukan pemantauan situasi di lapangan guna memastikan kondisi warga pascakejadian tetap aman dan terkendali. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top