KOTA SEMARANG, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) siap menggelar Operasi Patuh Candi 2025 selama 14 hari, terhitung mulai Senin, 14 Juli 2025 hingga Minggu, 27 Juli 2025. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang berlangsung Jumat (11/07/2025) di Gedung Borobudur Mapolda Jateng.
Dengan tema “Kita tingkatkan kemampuan personel dan sinergitas antar fungsi dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah”, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan profesionalisme seluruh personel yang terlibat.
Baca juga : MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Jawa Tengah Siap Jadi Tuan Rumah
Latpraops dipimpin oleh Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda bersama Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra. Kegiatan diikuti seluruh Kasatgas dan Kasubsatgas serta personel satuan tugas (Satgas) dari Polda maupun jajaran Polres se-Jawa Tengah secara luring dan daring.
“Latpraops ini adalah bentuk kesiapan kita menghadapi kegiatan operasi, sekaligus menyamakan persepsi seluruh personel tentang cara bertindak yang sesuai SOP di lapangan,” tegas Kombes Basya dalam sambutannya.
Baca juga : Google Maps Bisa Digunakan Offline, Fitur Baru yang Wajib Dicoba!
Sebanyak 2.480 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 240 personel tingkat Polda dan 2.240 dari jajaran Polres. Operasi ini akan menyasar pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan kemacetan, seperti pengemudi tanpa SIM, pengemudi mabuk, penggunaan HP saat berkendara, dan pelanggaran rambu lalu lintas.
“Tujuan utama operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara,” tambahnya.
Baca juga : Polda Jateng Gelar Street Boxing 2025, Ajang Bina Karakter Pemuda Lewat Olahraga Bela Diri
Kombes Basya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh Satgas dalam pelaksanaan operasi. Seluruh tindakan kepolisian, menurutnya, harus dijalankan secara profesional dan humanis agar mendapat simpati serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Operasi ini menjadi bukti kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman. Jangan pernah lelah mengabdi. Polisi harus hadir melindungi dan melayani,” tandasnya.
Baca juga : Hiu Selatan Hard Enduro 2025: 14 Negara Bertarung di Trek Ekstrem Kendal
Senada, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa target operasi mencakup penurunan angka kecelakaan, terutama di jalur tol, arteri, dan kawasan wisata. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan preventif melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
“Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Ini bagian dari transformasi pelayanan lalu lintas yang modern dan transparan,” ungkapnya.
Baca juga : Polda Jateng Ungkap Komplotan Perampok Minimarket di Kendal, Kerugian Capai Rp450 Juta
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa seluruh rangkaian Operasi Patuh Candi akan dilaksanakan secara humanis dan profesional demi mewujudkan keamanan lalu lintas yang berkelanjutan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk disiplin berlalu lintas. Ini bukan hanya untuk keselamatan pribadi, tapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Mari kita sukseskan Operasi Patuh Candi 2025 bersama-sama,” pungkasnya. (ADC/.hms).






