Polda Jateng Matangkan Mitigasi Mudik Lebaran 2026, Pos Terpadu Kalikangkung Jadi Pusat Kendali

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, memberikan keterangan terkait persiapan jajaran Kepolisian dalam menghadapi arus balik jelang Hari Raya Idul Fitri 1447H / Lebaran 2026 di Mapolda Jateng, Senin (09/03/2026). (Foto:Doc)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026. Sejumlah skenario pengamanan serta rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat yang melintas di wilayah Jawa Tengah berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

 

Kesiapan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (09/03/2026) di Mapolda Jateng, Semarang.

 

Baca juga : Seminar Hukum Polda Jateng Hadirkan Wamenkum RI, Bahas Strategi Implementasi KUHP dan KUHAP

 

Menurutnya, salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pendirian Pos Terpadu Kalikangkung yang akan berfungsi sebagai pusat koordinasi pengendalian arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

 

“Kami telah menyiapkan pos terpadu di Kalikangkung yang akan mengkoordinir seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran. Pos ini menjadi pusat kendali untuk memantau perkembangan arus lalu lintas di berbagai jalur yang ada di Jawa Tengah,” jelas Artanto.

 

Baca juga : Tim TAA Polda Jateng Selidiki Laka Beruntun di Kab. Semarang : Teknologi Canggih Digunakan untuk Analisis Mendalam.

 

Untuk memudahkan pengendalian arus kendaraan, Polda Jateng juga membagi wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas ke dalam empat kawasan aglomerasi.

 

Empat wilayah tersebut meliputi:

  • Aglomerasi Banyumas yang dikendalikan oleh Polresta Banyumas
  • Aglomerasi Wonosobo yang mencakup jalur Banjarnegara, Dieng Plateau, hingga Magelang, di bawah kendali Polres Wonosobo
  • Aglomerasi Klaten yang mengarah ke wilayah Yogyakarta, dikendalikan oleh Polres Klaten
  • Aglomerasi Ungaran–Semarang–Demak–Jepara yang berada di bawah kendali Polrestabes Semarang

“Pos Terpadu Kalikangkung yang dikendalikan oleh Dirlantas Polda Jateng akan mengkoordinasikan seluruh wilayah aglomerasi tersebut. Jadi bukan hanya jalur tol yang menjadi perhatian, tetapi jalur arteri juga menjadi fokus pengawasan,” lanjutnya.

 

Selain jalur Jalan Tol Trans Jawa, pengawasan juga akan difokuskan pada sejumlah jalur arteri strategis seperti jalur Pantura, jalur tengah, jalur selatan hingga jalur Pansela.

 

“Seluruh jalur tersebut akan dipantau dan dikendalikan secara terpadu dari Pos Terpadu Kalikangkung oleh Dirlantas Polda Jateng,” ujarnya.

Dalam rangka menjaga kelancaran arus kendaraan, pihak kepolisian juga menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way nasional yang dikendalikan oleh Korps Lalu Lintas Polri, serta skema one way lokal yang akan diberlakukan berdasarkan diskresi kepolisian di lapangan.

“Kebijakan one way lokal akan diterapkan sesuai indikator dan hasil monitoring kepadatan lalu lintas di lapangan,” terang Artanto.

 

Baca juga : Permen Komdigi 9/2026 Resmi Terbit, Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Demi Perlindungan Digital

 

Berdasarkan hasil survei dari dinas terkait, puncak arus mudik di wilayah Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada dua periode, yakni 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026.

 

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

 

Prediksi tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan fleksibilitas waktu kerja yang memungkinkan masyarakat memilih waktu keberangkatan berbeda sehingga pergerakan kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

 

Baca juga : Polda Jateng dan Pertamina Perkuat Distribusi BBM Saat Mudik Lebaran 2026

 

Artanto mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, baik dari sisi kondisi pengemudi maupun kesiapan kendaraan.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dan balik dengan baik. Persiapkan kondisi fisik pengemudi, jika perjalanan jauh sebaiknya ada sopir cadangan, serta pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan pemudik agar memastikan ketersediaan bahan bakar sebelum berangkat, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas selama perjalanan.

 

Baca juga : Hujan Tak Surutkan Semangat, Relawan Kota Semarang Bagikan Ratusan Takjil di Kalibanteng

 

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi lalu lintas secara cepat, Polda Jateng juga menyediakan layanan chatbot berbasis WhatsApp bernama Si Polan Chatbot Polda Jateng.

 

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi seperti kondisi lalu lintas terkini, lokasi rest area, jalur alternatif hingga layanan kepolisian lainnya.

 

“Kami persilakan masyarakat memanfaatkan layanan chatbot tersebut agar mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi lalu lintas selama perjalanan mudik,” katanya.

 

Baca juga : Ambulance Libas Bagikan Paket Sahur Dini Hari, Wujud Syukur dan Kepedulian untuk Warga Kota Semarang

 

Selain itu, berbagai layanan hospitality juga disiapkan di seluruh pos pengamanan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

 

“Dengan berbagai kesiapan tersebut, kami berharap perjalanan mudik dan balik masyarakat di Jawa Tengah dapat berlangsung aman, nyaman dan menyenangkan,” pungkasnya. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top