KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Polrestabes Semarang terus melakukan pendalaman intensif terkait kecelakaan lalu lintas tunggal bus PO Cahaya Trans yang terjadi di Simpang Susun Tol Krapyak KM 420–200, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Peristiwa tragis ini masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat besarnya jumlah korban jiwa dan korban luka.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. M. Syahduddi menyampaikan bahwa hingga Senin malam, pihaknya telah mengamankan dua orang sopir bus beserta satu kernet untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini dua sopir dan kernet kami amankan guna pendalaman dan proses penyelidikan. Dari hasil awal pemeriksaan, diketahui bahwa sopir masih tergolong berusia muda dengan jam terbang mengemudi yang relatif minim,” ujar Kombes Pol. M. Syahduddi.
Ia menegaskan bahwa aspek pengalaman mengemudi tersebut menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang merenggut banyak korban tersebut.
Baca juga : Polda Jateng dan Polrestabes Semarang Pastikan Penanganan Korban Kecelakaan Bus.
Selain proses penyelidikan, Polrestabes Semarang juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secara cepat dan manusiawi. Mulai dari proses identifikasi jenazah oleh tim DVI, pelayanan medis terhadap korban luka, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada para korban dan keluarga, baik dalam proses identifikasi, perawatan medis, hingga pemulangan jenazah,” tegas Kapolrestabes.
Baca juga : Polda Jateng Tangani Kecelakaan Bus di Krapyak, 17 Korban Luka Dirawat.
Berdasarkan data terbaru hingga Senin malam, sebanyak 16 jenazah korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, dari total 18 korban luka, sebanyak 13 orang telah dinyatakan pulang, dan lima korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.
Baca juga : Kecelakaan Maut di Tol Krapyak, Bus dari Jakarta ke Yogya Terguling.
Rincian Korban yang Masih Dirawat:
- 5 korban luka berat dan sedang
- Dirawat di beberapa rumah sakit rujukan di Kota Semarang
- Mendapatkan pengawasan medis secara intensif
Baca juga : Operasi Lilin Candi 2025, Polrestabes Semarang Fokus Pengamanan Nataru dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan. Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red.ADC/.hms)






