Tiga Hari Operasi Zebra 2025, Polrestabes Semarang Catat Efektivitas Penindakan di Lapangan

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 memasuki hari ketiga dengan capaian positif dalam upaya meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas di wilayah hukum Polrestabes Semarang, Kamis (20/11/2025). Seluruh Polsek jajaran bergerak aktif dan terarah dalam melaksanakan penindakan, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

 

Baca juga : Kamseltibcarlantas Diperkuat, Polrestabes Semarang Luncurkan Operasi Zebra 2025

 

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama operasi tahun ini adalah penindakan terhadap penggunaan kenalpot brong, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di berbagai titik kota.

“Target harian kami adalah lima penyitaan kenalpot brong bagi setiap Polsek, dan hingga hari ketiga ini seluruh jajaran mampu memenuhi target tersebut. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga,” ujar Kompol Agung.

 

Baca juga : Polres Kendal Resmi Gelar Operasi Zebra Candi 2025, Sinergi Aparat Wujudkan Kamseltibcarlantas

 

Selain penyitaan kenalpot brong, jajaran Polrestabes Semarang juga memperkuat penerapan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Sistem ini diterapkan untuk menjamin proses penindakan yang objektif, transparan, dan akuntabel.

“Penindakan melalui E-TLE tetap menjadi prioritas. Setiap pelanggaran yang terekam akan diproses secara otomatis sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan sistem ini, edukasi dan penegakan hukum berjalan seimbang,” imbuhnya.

Berdasarkan rekapitulasi data harian, jumlah pelanggaran di hari ketiga tercatat turun menjadi 62 perkara, dibanding 75 perkara pada periode sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan penurunan 17 persen, menjadi indikasi bahwa operasi berjalan efektif.

Penurunan mencolok terlihat pada penindakan E-TLE mobile yang hanya mencatat 1 perkara, atau turun 91 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, tilang manual justru meningkat menjadi 10 perkara, sedangkan jumlah teguran mengalami penurunan hingga 20 persen.

 

Baca juga : Polda Jateng Turunkan Tim Trauma Healing di 4 Wilayah Bencana, Pulihkan Mental Pengungsi

 

Di sisi jenis pelanggaran, pengendara sepeda motor masih mendominasi dengan 12 kasus, sedikit meningkat dari tahun lalu. Pelanggaran paling banyak ditemukan ialah ketidakpatuhan penggunaan helm standar SNI, yang selama ini menjadi persoalan klasik keselamatan pengendara.

Secara umum, perkembangan ini menunjukkan bahwa Operasi Zebra Candi 2025 berjalan efektif dengan tren penurunan pada sejumlah kategori pelanggaran serta meningkatnya kualitas penindakan pada sektor prioritas.

 

Baca juga : Terseret Arus Sungai Lak Kemangi, Dua Anak SD dan Satu Penolong Jadi Korban

 

Polrestabes Semarang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcarlantas) di jalan raya.

 

Baca juga : Pemkab Semarang Tingkatkan Akuntabilitas dan Efektivitas Dalam Sistem Kerja.

Operasi Zebra Candi 2025 akan berlangsung hingga akhir masa pelaksanaan, dengan mengedepankan edukasi, penegakan hukum yang terukur, serta pendekatan humanis kepada seluruh pengguna jalan. (ADC/.hms)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top