KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Personel Polrestabes Semarang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang, Selasa (27/01/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini berlangsung khidmat, aman, dan penuh kekhusyukan.
Mengusung tema “Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”, peringatan ini menjadi momentum pembinaan rohani sekaligus refleksi mendalam bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolrestabes Semarang Kombes Pol Wiwit Ari Wibisono, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir para pejabat utama, mulai dari Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, perwira, seluruh personel Polrestabes Semarang, serta Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Polrestabes Semarang. Hadir sebagai penceramah, Ustadz Dr. KH. Fachrur Razi, M.Ag.
Baca juga : Kapolrestabes Semarang Pimpin Pemusnahan Ribuan Karung Bawang Bombay Ilegal
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketaqwaan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas Polri.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya sholat lima waktu, karena sholat adalah kebutuhan utama dan kewajiban yang langsung diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Kombes Pol M. Syahduddi.
Ia menambahkan, sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan akan membentuk karakter personel Polri yang beriman, berintegritas, dan humanis.
“Dengan sholat, kita membentuk pribadi Polri yang beriman, berintegritas, dan humanis dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Baca juga : Pekerjaan Peninggian Jalan, Kasatlantas Polrestabes Semarang Pantau Arus Lalin Kaligawe
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. KH. Fachrur Razi, M.Ag. mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai refleksi kualitas ibadah, khususnya sholat lima waktu.
“Sholat adalah ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat. Ini menunjukkan betapa istimewanya sholat dalam kehidupan seorang Muslim,” tutur Dr. KH. Fachrur Razi.
Ia menekankan bahwa dalam ruang sujud, tidak ada perbedaan pangkat, jabatan, maupun atribut kedinasan. Semua setara sebagai hamba Allah SWT.
“Saya mengajak diri saya sendiri dan seluruh personel Polrestabes Semarang untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan senantiasa bersikap jujur, amanah, disiplin, dan bertanggung jawab, khususnya dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial merupakan implementasi nyata ajaran Islam dalam pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Baca juga : Sertijab Besar Awal Tahun 2026, Kapolda Jateng Ingatkan Tantangan Mudik dan Bencana
Pagi itu, Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang tidak hanya dipenuhi deretan sepatu dinas, tetapi juga sandal jepit. Seragam biru Polri berbaur dengan sarung, pangkat bertemu takwa, dan ruang yang biasa menjadi tempat apel berganti menjadi ruang sujud khusyuk.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi pengingat bahwa ibadah vertikal kepada Sang Pencipta harus bermuara pada pelayanan horizontal kepada masyarakat. Dari sajadah ke jalanan, dari doa ke aksi nyata.
Di balik kekhidmatan acara, terselip pesan reflektif bahwa Isra Mi’raj sejatinya adalah perjalanan transformasi batin. Jika pesan ini meresap, maka setiap personel Polri diharapkan pulang membawa komitmen baru: menjadikan setiap keputusan, tindakan, dan pelayanan sebagai bagian dari “sholat sosial”.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Polrestabes Semarang diharapkan menjadi titik awal mi’raj kolektif sebuah institusi. Mi’raj menuju pelayanan yang tidak hanya kuat secara prosedural, tetapi juga lembut secara spiritual, tidak hanya disiplin pada aturan, tetapi hidup dalam nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Baca juga : Patroli Dini Hari, Polrestabes Semarang Tindak Tegas Balap Liar
Negara membutuhkan penegak hukum yang tangguh. Namun, masyarakat mendambakan penjaga nurani yang tidak tergerus oleh kuasa. Seperti esensi Isra Mi’raj, ketinggian sejati bukanlah pangkat atau jabatan, melainkan kedekatan dengan Yang Maha Tinggi, yang tercermin dari cara memperlakukan sesama di bumi. (Red.ADC/.hms)




