Polres Kendal Ikuti Rakor Wakapolri Antisipasi El Nino “Godzilla”, Perkuat Mitigasi Karhutla

Rakor Nasional secara daring bersama Wakapolri di Aula Tribrata Polres Kendal, Selasa (14/04/2026). (Foto:DocHms)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026, Polres Kendal mengikuti rapat koordinasi (rakor) nasional secara daring bersama Wakapolri, Selasa (14/04/2026). Rakor ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi fenomena El Nino “Godzilla” yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Polres Kendal tersebut diikuti jajaran pejabat utama serta perwakilan instansi terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor.

Rapat dipimpin oleh Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, yang menegaskan pentingnya kesiapan seluruh wilayah dalam menghadapi dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino ekstrem.

 

“Setiap daerah harus menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Optimalkan sarana prasarana yang ada, termasuk pemanfaatan CCTV dan dukungan alutsista Polri dalam penanganan karhutla,” tegas Dedi dalam arahannya.

 

Baca juga : Polres Kendal Tanam 1.000 Pohon di Brangsong, Kapolres Ajak Warga Jaga Lingkungan

 

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, relawan, hingga kalangan akademisi. Selain itu, Polri akan membentuk command center terpadu dari tingkat Mabes hingga kewilayahan guna memastikan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

 

Dari sisi kajian ilmiah, perwakilan BMKG, Gusyanto, mengungkapkan bahwa fenomena El Nino “Godzilla” merujuk pada kondisi ekstrem seperti yang pernah terjadi pada tahun 2015, yang dipicu oleh pemanasan suhu di Samudra Pasifik.

 

“Prediksi kami, puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September. Dampaknya tidak hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras hingga 15 persen,” jelasnya.

 

Baca juga : Polsek Kaliwungu Pastikan Festival Syawalan 2026 Berjalan Tertib dan Lancar

 

Sementara itu, dari Kementerian Lingkungan Hidup, Irjen Pol. Rizal Irawan menegaskan bahwa pengendalian karhutla menjadi prioritas nasional mengingat dampaknya yang luas terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, serta stabilitas ekonomi. Hingga awal tahun 2026, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat telah melampaui 32 ribu hektare di sejumlah wilayah rawan.

 

Di tingkat daerah, Kabag SDM Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, memastikan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi potensi karhutla dengan meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

 

“Kami siap melaksanakan arahan pimpinan dengan meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah Kabupaten Kendal,” ujarnya.

 

Baca juga : KPK Fokus Pendalaman Substansi Cegah Korupsi di Pemerintah Daerah

 

Dukungan juga datang dari sektor kehutanan. Administratur KPH Perhutani Kendal, Muhadi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi melalui patroli rutin, pemantauan titik rawan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

 

Baca juga : Upacara Kenaikan Pangkat Polres Kendal Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Kapolres

 

Rakor berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Polres Kendal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak El Nino dan potensi karhutla di wilayah Kabupaten Kendal. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top