KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Peristiwa ambrolnya fondasi tanggul hingga jebolnya tanggul sungai terjadi di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (30/04/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Insiden ini memicu luapan air sungai yang menggenangi permukiman warga, terutama di Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Kulon.
Berdasarkan data di lapangan, ambrolnya fondasi tanggul sepanjang 20 meter serta tanggul jebol sepanjang 5 meter terjadi di RT 02 RW 04 Kelurahan Mangunharjo. Sementara itu, di RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, fondasi tanggul juga dilaporkan ambrol sepanjang 48 meter.
Luapan air sungai akibat kerusakan tanggul tersebut menyebabkan banjir dengan ketinggian mencapai kurang lebih 30 sentimeter di sejumlah rumah warga, khususnya di wilayah Mangunharjo.
Sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) terdampak dalam kejadian ini. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas gabungan di lapangan.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol di Mangkang Kulon, Aparat Gabungan dan Pemkot Semarang Lakukan Penanganan Darurat
Kondisi debit air sungai yang masih tinggi dan sejajar dengan tanggul menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lanjutan. Terlebih, ditemukan retakan di sejumlah titik tanggul yang diduga dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Jajaran Polsek Tugu yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, pendataan dampak, serta memberikan imbauan kepada masyarakat.
Baca juga : Hujan Deras Picu Talut Sungai Jebol di Mangkang Kulon Semarang, 260 Jiwa Terdampak
Kapolsek Tugu, KOMPOL Fajar Widiyanto, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel guna melakukan penanganan awal sekaligus memastikan keselamatan warga.
“Kami telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Apabila kondisi semakin memburuk, kami minta warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.
Baca juga : Empat Pelaku Curanmor di Semarang Dibekuk, Polisi Ungkap Modus Manfaatkan Kelalaian Korban
Selain itu, kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Pemantauan intensif terhadap kondisi tanggul dan aliran sungai masih terus dilakukan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
Di tengah situasi tersebut, semangat kebersamaan warga terlihat saat sebagian masyarakat mulai melakukan upaya mandiri dengan membersihkan saluran air dan mengamankan barang-barang berharga dari genangan.
Baca juga : Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 2026, Simbol Harmoni Lintas Agama dan Budaya
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah pesisir seperti Kecamatan Tugu, yang rentan terdampak luapan air sungai maupun rob. (Red.ADC)




