KAB.KENDAL, Bankomsemarangnews.id – Upaya memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah terus dilakukan jajaran Polres Kendal. Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto, SIK, MH menggelar audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal di Ruang Kerja Kapolres, Jumat (08/05/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Kendal KH. Sajidin Noor, Kasat Binmas AKP Agus Supriyadi, Kasat Intelkam IPTU Septyan Rangga Okky Saputra, beserta jajaran anggota FKUB Kabupaten Kendal.
Dalam audiensi itu, para tokoh agama menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Mulai dari maraknya judi online, penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, hingga peredaran minuman keras yang dinilai semakin meresahkan warga.
Selain itu, FKUB juga menyoroti tingginya angka pernikahan dini yang berdampak terhadap meningkatnya perceraian usia muda. Para tokoh agama berharap adanya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat berbasis data dan fakta statistik, tanpa mencantumkan identitas pribadi.
Baca juga : Jelang Hari Buruh 2026, Polres Kendal Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Pengamanan Kota
Ketua FKUB Kabupaten Kendal KH. Sajidin Noor menegaskan bahwa sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan sangat dibutuhkan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
“Permasalahan sosial yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian bersama. Edukasi moral, pembinaan keagamaan, dan pendekatan persuasif harus terus diperkuat agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang,” ujarnya.
Tidak hanya membahas penyakit masyarakat, audiensi tersebut juga menyoroti langkah antisipasi keamanan terkait keberadaan pekerja migran dan Tenaga Kerja Asing (TKA) di wilayah Kendal. FKUB menilai perlunya pengawasan dan pembinaan yang tepat guna mencegah potensi konflik sosial akibat perbedaan budaya maupun persoalan ketenagakerjaan.
Baca juga : Polres, Dinas Pendidikan, dan BNN Kendal Bersatu Lawan Kekerasan di Sekolah
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto menegaskan bahwa seluruh persoalan sosial tersebut memiliki dampak langsung terhadap situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kendal.
“Kami memandang penting adanya kolaborasi dan komunikasi aktif antara Polri, Pemerintah Daerah, Imigrasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen terkait untuk mencegah munculnya gangguan keamanan maupun konflik sosial,” tegas AKBP Hendry Susanto.
Kapolres juga memastikan bahwa jajaran Polres Kendal akan menindaklanjuti berbagai masukan dari FKUB sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Baca juga : Jelang May Day 2026, Polsek Pageruyung Perkuat Edukasi Hukum bagi Pelajar SMK N 05 Kendal
Sebagai langkah konkret, Polres Kendal akan meningkatkan deteksi dini dan monitoring terhadap keberadaan pekerja migran maupun TKA melalui koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah dan perusahaan pengguna tenaga kerja.
Selain itu, patroli dialogis akan terus dioptimalkan guna memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu SARA maupun berita hoaks yang berpotensi memecah kerukunan.
“Perusahaan juga kami dorong untuk memberikan orientasi terkait budaya lokal dan aturan hukum Indonesia kepada para TKA, sehingga tercipta hubungan kerja dan sosial yang harmonis di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga : Polres Kendal Ikuti Rakor Wakapolri Antisipasi El Nino “Godzilla”, Perkuat Mitigasi Karhutla
Audiensi tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menciptakan situasi Kabupaten Kendal yang aman, damai, dan kondusif. (Red.ADC)




