Pendaki Meninggal Dunia di SM Dataran Tinggi Yang, Tim Gabungan Tuntaskan Evakuasi di Medan Ekstrem

Tim gabungan melakukan proses evakuasi jenazah seorang pendaki yang meninggal dunia di kawasan SM Dataran Tinggi Yang, Rabu (05/08/2026).

PROBOLINGGO, Bankomsemarangnews.id Operasi penyelamatan terhadap seorang pendaki yang mengalami penurunan kondisi kesehatan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang berakhir duka. Setelah perjuangan panjang menghadapi medan pegunungan yang berat dan cuaca yang tidak bersahabat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi pada Rabu (05/08/2026).

“Di balik beratnya jalur pendakian dan cuaca pegunungan yang tak menentu, kerja keras tim gabungan menjadi wujud nyata dedikasi kemanusiaan. Duka ini menjadi pengingat bahwa persiapan fisik, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan merupakan bagian penting dalam setiap aktivitas pendakian.” 

Peristiwa bermula saat rombongan pendaki memasuki kawasan SM Dataran Tinggi Yang melalui Pintu Baderan pada 1 Agustus 2026 dengan rencana keluar melalui Pintu Bermi. Di tengah perjalanan, salah seorang anggota rombongan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang semakin memburuk hingga tidak lagi mampu melanjutkan pendakian.

 

Baca juga : Polsek Tugu Sigap Tangani Kebakaran Jerami dan Gabah Kosong di Tugurejo, Tidak Ada Korban Jiwa

 

Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Pos Bermi pada Selasa (04/08/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi korban dengan membawa perlengkapan evakuasi dan peralatan medis darurat.

 

Perjalanan menuju titik korban tidaklah mudah. Medan pegunungan yang curam, jalur pendakian yang terjal, serta kondisi cuaca pegunungan yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi personel gabungan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

 

Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan secara maksimal, kondisi korban terus mengalami penurunan hingga akhirnya pada Rabu (05/08/2026) korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

 

Selanjutnya, tim gabungan melaksanakan proses evakuasi jenazah secara estafet melewati jalur pendakian hingga berhasil dikeluarkan dari kawasan konservasi dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel.

 

Baca juga : Ledakan Laboratorium PT RAW Botanical di Kawasan Industri Candi Semarang, 1 Pekerja Tewas dan 8 Luka-Luka

 

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Waluyojati Kraksaan untuk menjalani pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Pada Kamis (06/08/2026), jenazah secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka.

 

Koordinator tim menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel lintas instansi dan para relawan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama proses penyelamatan hingga evakuasi.

 

“Seluruh personel telah berupaya semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan keselamatan korban maupun tim di lapangan. Medan yang berat serta cuaca pegunungan menjadi tantangan besar selama proses evakuasi. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujarnya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar selalu mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan, serta memperhatikan faktor cuaca sebelum melakukan aktivitas pendakian. Selain itu, pendaki juga diimbau untuk segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila terjadi situasi yang membahayakan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

Baca juga : Diperingatkan Teman, Pelajar di Tengaran Tetap Lompat dari Pintu Air dan Tewas Tenggelam.

 

Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh unsur tim gabungan dalam operasi ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap misi kemanusiaan di kawasan pegunungan. (Red./ADC/Kholis)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top