KAB. KENDAL, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Kecelakaan laut menimpa kapal motor nelayan (KMN) Jolo Sutro di perairan Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (19/08/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Kapal dengan GT 5 yang dinahkodai Mastur (52), warga Desa Kumpulrejo, Patebon, Kendal, terbalik setelah dihantam ombak besar saat sedang menebar jaring.
Dalam insiden tersebut, tujuh anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan KMN Sumber Urip milik Superi (41), nelayan asal Patebon. Namun, tiga ABK sempat dinyatakan hilang, yakni Marsudi, Khamid, dan Udi.
Kapal Jolo Sutro berangkat dari dermaga TPI Mbirusari, Kelurahan Kalibuntu Wetan, sekitar pukul 06.00 WIB dengan membawa 10 ABK. Saat tiba di perairan utara Pelabuhan Kendal, sekitar pukul 11.30 WIB, cuaca mendadak memburuk. Hujan deras disertai badai membuat kapal oleng hingga akhirnya terbalik.
“Awalnya cuaca masih tenang, tapi tiba-tiba angin kencang datang dan gelombang besar menghantam kapal kami. Kami semua panik, lalu berusaha menyelamatkan diri,” tutur Mastur, nahkoda kapal yang selamat, saat ditemui di dermaga.
Baca juga : Semarak HUT ke-80 RI, Komunitas Track Mania Bergas Kibarkan Merah Putih di Puncak Merbabu
Kapal Sumber Urip yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi langsung memberikan pertolongan. “Saya melihat kapal Jolo Sutro oleng, langsung saya arahkan kapal untuk menolong. Tujuh orang berhasil kami tarik ke atas kapal, tapi tiga orang sudah hanyut terbawa arus,” kata Superi, saksi sekaligus nelayan penyelamat.
Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan sejak Selasa (19/08/2025) sore akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu pagi (20/8/2025), satu korban berhasil ditemukan. Korban bernama Maryudi, warga Desa Kumpulrejo, Patebon, ditemukan tidak jauh dari lokasi kapal tenggelam dalam kondisi meninggal dunia, terjerat jaring kapal.
Baca juga : Operasi Merdeka Jaya 2025 Sukses, Lalu Lintas Jakarta Kembali Lancar Usai HUT RI ke-80
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, yang berada di Pelabuhan Kendal membenarkan penemuan tersebut.
“Alhamdulillah, pencarian di hari kedua pagi ini menemukan satu nelayan atas nama Maryudi. Korban terjerat jaring kapal yang tenggelam, dan dibantu nelayan kemudian dievakuasi tim SAR gabungan ke Pelabuhan Kendal,” jelasnya.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk dilakukan visum. Hingga kini, dua ABK lainnya, Khamid dan Udi, masih dalam pencarian.
Baca juga : Peringati HUT ke-80 RI, Gubernur Luthfi Sebut Jawa Tengah Miniatur Indonesia
Kapolres Kendal menambahkan, untuk pencarian dua korban lainnya, tim gabungan mengerahkan perahu Satpolairud Polres Kendal, perahu karet BPBD, serta kapal milik Basarnas Semarang.
“Kita bagi regu untuk melakukan penyisiran di sekitar Pelabuhan Kendal dan lokasi tenggelamnya kapal,” imbuhnya.
Baca juga : Semangat Nasionalisme Warnai Upacara HUT ke-80 RI Tingkat Kecamatan Tugu
Dalam operasi tersebut, selain Satpolairud Polres Kendal, juga turut terlibat Polairud Polda Jateng, TNI AL, BPBD Kendal, PMI Kendal, LPBI PCNU Kendal, MDMC Kendal, SAR MTA, serta sejumlah relawan lainnya.
Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan disebabkan oleh faktor cuaca buruk. Kapal diterjang ombak tinggi yang datang secara tiba-tiba sehingga tidak dapat dikendalikan.
Baca juga : Ciptakan Lingkungan Pembinaan Kondusif, Lapas Cipinang Lakukan Pemindahan Napi ke Nusakambangan
Pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama di kawasan perairan utara Kendal yang rawan gelombang besar. (ADC)




