KAB.KENDAL, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kendal terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan intervensi langsung kepada masyarakat. Salah satunya dengan penyaluran subsidi harga pangan bagi keluarga dengan balita berisiko stunting yang dilaksanakan di Balai Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Selasa (08/07/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mencukupi kebutuhan gizi balita. Ia menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi seperti sayuran, sumber protein hewani, dan menghindari makanan instan merupakan langkah nyata mencegah stunting.
“Sebagai orang tua, memang harus telaten memberikan makanan bergizi, seperti sayur dan lainnya, dan hindari makanan-makanan yang instan, agar pemenuhan gizi anak dapat tercukupi. Sehingga, bisa tumbuh dengan baik, menjadi anak yang cerdas, yang nantinya bisa mengangkat derajat orang tua, dan bermanfaat bagi masyarakat, serta bangsa negara Indonesia,” ujar Bupati Dyah Kartika.
Baca juga : 286 Koperasi Merah Putih di Kendal Resmi Diluncurkan, Siap Jalankan Usaha Produktif
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah berkolaborasi dalam menekan angka stunting di Kendal melalui program subsidi harga pangan. Diharapkan, bantuan ini mampu meringankan beban keluarga dan memastikan balita mendapatkan asupan bergizi yang cukup.
Baca juga : 4 Peserta Lolos PPPK Kendal 2024 Dibatalkan, Ini Penyebabnya
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Firdaus, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berupa paket sembako berisi beras fortivit satu kilogram, dua kilogram telur ayam, dan tiga olahan makanan tinggi protein dari ikan, ayam, serta daging sapi.
“Satu paket tersebut harga umumnya Rp175.000, namun dengan subsidi harga yang diberikan, penerima manfaat hanya membayar Rp20.000,” jelas Firdaus.
Baca juga : Dukung Ekspor Produk Lokal, The Zayed Foundation Tinjau Potensi Alpukat dan Gula Aren Kendal
Sebanyak 250 keluarga di Kabupaten Kendal tercatat sebagai penerima manfaat, dan program ini diberikan setiap bulan selama satu tahun. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas program, serta membuka kesempatan bagi balita lain yang juga membutuhkan.
Baca juga : Bupati Kendal Ajak Masyarakat Rawat Toleransi, 600 Penghayat Kepercayaan Terdata
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat, menambahkan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan tahap ketiga. Bantuan diberikan kepada keluarga dengan balita berisiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Patebon I dan II.
Rinciannya, di wilayah Puskesmas Patebon I mencakup warga Desa Pidodo Kulon sebanyak 21 orang, Bangunrejo 50 orang, dan Bangunsari 54 orang. Sementara di Puskesmas Patebon II meliputi warga Desa Purwokerto 35 orang, Lanji 54 orang, dan Donosari 36 orang.
Baca juga : Polda Jateng Gelar Street Boxing 2025, Ajang Bina Karakter Pemuda Lewat Olahraga Bela Diri
Dengan program ini, Pemkab Kendal berharap upaya menurunkan angka stunting dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh di masa depan. (ADC/.hms)




