KOTA SEMARANG, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah kembali melaksanakan razia kendaraan bermotor sebagai bagian dari rangkaian Operasi Patuh Candi 2025, Rabu pagi (23/07/2025). Kegiatan digelar di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, tepatnya di depan Lapas Wanita Bulu Kota Semarang, dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum.
Baca juga : Kapolrestabes Semarang Kunjungi Ponpes Roudlotus Saidiyyah, Perkuat Sinergi Polri dan Tokoh Agama
Razia dipimpin langsung oleh Kasigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jateng, Kompol Asfauri, dengan melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari berbagai fungsi, di antaranya satuan lalu lintas, sabhara, propam, intelijen, dan tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng. Seluruh petugas tergabung dalam Satgas Operasi Patuh Candi 2025.
Baca juga : Operasi Patuh Candi 2025, Puluhan Kendaraan dan Dokumen Diamankan di Semarang
Kompol Asfauri menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Di antaranya seperti penggunaan pelat nomor tidak sesuai ketentuan, kendaraan tanpa spion, pengendara tanpa helm SNI, pengemudi tanpa sabuk keselamatan, serta penggunaan knalpot brong.
“Satgas Operasi Patuh Candi 2025 akan terus menggelar razia secara humanis dan mengedepankan hati nurani dalam menghadapi pelanggar di lapangan. Tujuannya agar masyarakat lebih menerima dan memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara,” jelas Kompol Asfauri di sela kegiatan.
Selama razia yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, petugas menindak tegas pelanggaran berat dengan tilang, serta memberikan surat teguran simpatik kepada pelanggar ringan.
Salah satu pengendara yang terjaring razia adalah Yono, seorang dosen di Kota Semarang. Ia diberhentikan karena pelat nomor mobilnya masih menggunakan pelat lama, meski telah mengurus perpanjangan pajak kendaraan dan menerima pelat baru. Karena bersikap kooperatif dan pelanggarannya tergolong ringan, Yono hanya mendapat teguran simpatik dari petugas.
“Terima kasih kepada petugas yang sudah bertindak profesional dan humanis. Saya sangat mengapresiasi pendekatan seperti ini. Polisi kini jauh lebih komunikatif dan bersahabat dibandingkan dulu,” ujar Yono usai menerima teguran.
Baca juga : Kolaborasi Bankom Semarang dan RS Pantiwilasa Semarang dalam Workshop Deteksi Kegawatdaruratan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa kegiatan razia dalam Operasi Patuh Candi 2025 bertujuan membangun kesadaran hukum masyarakat.
Baca juga : Operasi Patuh Candi 2025: Polda Jateng Utamakan Pendekatan Humanis kepada Lansia
“Penegakan hukum dilakukan secara tegas, namun dengan pendekatan yang komunikatif dan bermartabat. Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Patuhi aturan lalu lintas, lengkapi kendaraan sesuai ketentuan, dan jadilah pelopor keselamatan di jalan raya,” tutup Kombes Pol Artanto. (ADC/.hms)






