PEMALANG, Bankomsemarangnews.id – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet hingga Kamis siang masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan, namun belum membuahkan hasil. Proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kabut tebal, angin kencang, hingga badai yang kerap memaksa tim menghentikan sementara penyisiran demi keselamatan personel.
Pencarian difokuskan di jalur pendakian Dipajaya, tepatnya di wilayah Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Meski kondisi cuaca tidak bersahabat, apel kesiapan dan penerjunan personel tetap dilaksanakan dengan pengawasan ketat terhadap perkembangan cuaca.
Baca juga : Tas Misterius Gegerkan Exit Tol Banyumanik, Sinergi Bankom Semarang dan Polisi Amankan Lokasi
Koordinator Operasi SAR Gunung Slamet menyampaikan bahwa penyisiran pada hari ini difokuskan sepanjang jalur pendakian hingga Pos Sembilan, yang menjadi titik terakhir keberadaan korban sebelum dinyatakan hilang.
“Cuaca ekstrem masih menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Beberapa kali tim harus menghentikan pergerakan karena hujan lebat, kabut tebal, dan angin kencang yang berpotensi membahayakan keselamatan personel,” ujarnya.
Sejak awal operasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya telah melakukan penyisiran secara bertahap. Sejumlah regu SAR bahkan telah bergantian naik dan turun gunung menyesuaikan kondisi medan dan cuaca, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.
Diketahui sebelumnya, seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Magelang, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian cepat atau tektok bersama rekannya melalui jalur Dipajaya. Keduanya tercatat melakukan registrasi pendakian pada Sabtu malam, 27 Desember 2025.
Namun hingga Minggu malam, keduanya tidak kunjung turun ke basecamp. Pada Senin pagi (29/12/2025), petugas basecamp berhasil menemukan rekan korban di sekitar Pos Sembilan dalam kondisi lemas dan segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga : Upacara Pendidikan Dasar Wanadri 2025 di Bandung, Ratusan Siswa Siap Ditempa Jadi Petualang Berkarakter
Dari keterangan rekan korban, diketahui bahwa keduanya terpisah di sekitar Pos Sembilan, saat korban berusaha turun lebih dulu untuk mencari bantuan.
“Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan keselamatan personel serta pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca di Gunung Slamet,” pungkas Koordinator SAR.
Baca juga : Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Haji dan Hunian Warga Terdampak Bencana
Tim SAR gabungan mengimbau para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, mematuhi prosedur pendakian, serta menghindari pendakian cepat terutama saat cuaca ekstrem guna mencegah kejadian serupa. (Red.ADC)




