KOTA SEMARANG, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kesbangpolinmas menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemantapan Isu Strategis bertema “Kemitraan Strategis Pemerintah dan Ojek Online (Ojol) dalam Menjaga Situasi Kondusif Menuju Semarang Damai”, pada Rabu (24/09/2025) di Kurnia Seafood, Peterongan, Semarang Selatan.
Baca juga : Kapolri Cek Kesiapan SPPG Polrestabes Semarang Secara Virtual, Pastikan Program MBG Siap Operasional
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan berbagai unsur strategis, mulai dari Kesbangpol Kota Semarang, aparat TNI-Polri, Kementerian Agama, hingga perwakilan komunitas ojek online. Setidaknya 40 peserta hadir dalam forum ini.
Baca juga : Lomba Siskamling di Semarang Barat: Polsek Beri Apresiasi Kepada Pos Satkamling Krobokan
Dalam sambutannya, Wiwoho Budi Hartono, SH.MM, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Kota Semarang, menekankan pentingnya menjadikan komunitas ojol sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kota Semarang adalah pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan politik di Jawa Tengah yang memiliki dinamika keamanan tinggi. Komunitas ojek online dengan mobilitas dan jaringan yang luas bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas, sekaligus berpotensi rawan bila tidak dikelola. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan mereka mitra strategis, mata dan telinga di lapangan,” ungkap Wiwoho.
Materi yang dipaparkan dalam FGD menyoroti realitas kehidupan komunitas ojol. Mereka bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga komunitas digital massal dengan solidaritas tinggi. Namun, gesekan antar-driver, kesalahpahaman dengan pelanggan, hingga ketidakpuasan terhadap kebijakan platform kerap menjadi potensi konflik.
Oleh karena itu, forum ini mendorong komunitas ojol untuk memperkuat solidaritas internal, memanfaatkan grup komunikasi secara positif, menjunjung etika, serta menyusun kode etik sederhana yang bisa dipatuhi bersama.
Baca juga : Apel “Semarang Damai”: Sinergi Pemerintah, TNI, dan Polri Jaga Persatuan Kota Atlas
Fatkhurohman, SE.MM, Analis Kebijakan Muda Badan Kesbangpol, menambahkan bahwa kolaborasi dengan komunitas ojol dapat menjadi sistem peringatan dini berbasis masyarakat.
“Ojol bukan hanya profesi, tapi sebuah komunitas yang punya kekuatan besar. Dengan pendekatan kolaboratif, mereka bisa berfungsi sebagai early warning system yang mendukung cita-cita Semarang Damai,” jelasnya.
Baca juga : Agustina Wilujeng Luncurkan Festival Film Pendek di Semarang, Gandeng Hanung Bramantyo
Sementara itu, perwakilan komunitas ojol Kota Semarang menyambut baik ajakan pemerintah.
“Kami senang bisa dilibatkan. Selama ini kami hanya dianggap pekerja jalanan, padahal komunitas kami punya solidaritas kuat. Kalau difasilitasi dengan baik, kami siap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan komunitas ojol.
Baca juga : Sinergi Terminal Mangkang dan Semarang Zoo Perkuat Konservasi Satwa
FGD ini menghasilkan ajakan aksi nyata bagi seluruh pihak: mulai dari pemerintah, aparat, platform aplikasi, hingga masyarakat umum untuk memperkuat komunikasi, menyediakan fasilitas memadai, dan saling menghargai keberadaan driver ojol.
Baca juga : Kakorlantas Polri: Penggunaan Sirene Harus Sesuai Prioritas, Bukan Sembarangan
Acara yang ditutup dengan doa dan foto bersama ini berjalan aman dan tertib, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan “Semarang Damai” yang aman, tertib, dan kondusif. (Kon.Kusno/.hms)






