KOTA SEMARANG, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah resmi dimulai serentak di seluruh Indonesia pada Senin (4/8/2025). Di Jawa Tengah, kegiatan ini dipantau langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di SLB Negeri Semarang.
Sebanyak 479 siswa dari SLB N Semarang dijadwalkan menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi deteksi dini penyakit TBC, gangguan penglihatan dan pendengaran, kesehatan gigi, imunisasi, hingga penilaian kebugaran dan kebiasaan hidup sehat.
Baca juga : Kerja Sama Polri dan Imipas Diresmikan, Fokus Tangani Kejahatan Global dan Lintas Negara
Siswi kelas XI, Paramesti Sasi Kirana, menjadi salah satu peserta yang antusias mengikuti program ini. Ia mengaku senang karena hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatannya baik, meskipun dokter menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan manis karena giginya berlubang.
“Aku ditensi terus diambil darah, terus diperiksa spesialis anak. Terus dikurangi makan cokelat, permen, minum manis, karena gigi saya krowak (berlubang). Aku tidak takut, tapi senang. Karena aku merasa sehat tidak sakit,” ujar Paramesti polos.
Baca juga : Semarak Hari Kemerdekaan ke-80, Persada Kendal Hadirkan Kesenian dan Hiburan Rakyat
Siswa lain, Cindy, mengaku sempat merasa cemas saat akan diperiksa, namun merasa lega setelah dinyatakan sehat.
“Deg-degan tadi karena takut disuntik. Tapi senang karena sehat. Harapannya baik-baik saja, sehat, kuat,” tuturnya.
Baca juga : Polrestabes Semarang Gelar Operasi Pangan Murah, Salurkan 1 Ton Beras ke Warga Brumbungan
Sementara itu, Candra, siswa kelas XI lainnya, menceritakan bahwa ia hanya ditanya tentang kulit tangannya yang mengelupas akibat sering mencuci mobil. Ia pun mendapatkan saran dari dokter untuk mengurangi jajan dan memperbaiki pola makan serta waktu tidur.
“Ini tangan karena cuci mobil. Tadi disuruh dokter (mengurangi) jajan, es teh gelas dikurangi, makan dan tidur sehat,” katanya singkat.
Baca juga : Sinergi Lintas Sektor, Polrestabes Semarang Bahas Strategi Atasi Kenakalan Remaja dan Konflik Sosial
Dalam sambutannya di aula SLB N Semarang, Menteri Arifatul menjelaskan bahwa CKG merupakan program inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia menyambut 100 tahun kemerdekaan pada 2045.
“Ini menjadi pondasi bagaimana pembangunan SDM kita di tahun 2045 adalah SDM yang berkualitas. Dimulai dari kesehatan, kesempatan pendidikan yang layak, dan pemenuhan gizi,” tegas Arifatul.
Ia juga menyoroti fakta memprihatinkan mengenai kesehatan gigi anak-anak di Indonesia. Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 93 persen anak memiliki gigi berlubang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan bahwa capaian program CKG di wilayahnya telah menyasar lebih dari 5,7 juta peserta. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak.
“Kita sudah support hampir sepertiga dari total capaian nasional. Ini penting karena untuk menciptakan anak yang cerdas, kita harus mulai dari kesehatannya,” jelas Sumarno.
Baca juga : Mutasi Jabatan di Polda Jateng: 3 PJU dan 5 Kapolres Resmi Berganti
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, menyatakan bahwa skrining sejak dini sangat penting untuk mencegah penyakit tidak menular, seperti diabetes, yang kini juga mengintai usia muda.
“Sekarang banyak anak mengonsumsi makanan tinggi gula dan pengawet. Maka sejak dini mereka harus dibiasakan menghindari yang membahayakan tubuh,” pungkasnya.
Baca juga : Transmigrasi Modern, Warisan Leluhur Nusantara untuk Masa Depan Indonesia
Dengan berlangsungnya CKG secara serentak di seluruh Indonesia, diharapkan kesehatan anak-anak sekolah bisa terpantau lebih baik sebagai investasi masa depan bangsa. (Kon.Cahyo/.hms)







