Operasi SAR di Gunungpati Berhasil, Basarnas dan SAR Gabungan Temukan Nenek Wakijem di Hutan Kalialang

Persiapan dan koodinasi Tim SAR Gabungan sebelum melaksanakan pencarian nenek Wakijem di Hutan Kalialang Kel.Sukorejo, Kec.Gunungpati, Semarang, Senin (05/01/2026)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Seorang nenek bernama Wakijem (84), warga Kalialang Baru, RT 11/RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Kalialang, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi selamat, Senin (05/01/2026).

 

Baca juga : Penemuan Jenazah di Pasar Raya Salatiga, Polsek Tingkir dan Tim Inafis Polres Salatiga Lakukan Olah TKP

 

Sebelumnya, Wakijem dilaporkan meninggalkan rumah tanpa pamit pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, berjalan kaki menggunakan tongkat dengan pakaian terakhir kaos lorek hitam putih. Hingga sore hari, korban tak kunjung kembali, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Semarang pada Minggu (04/01/2026).

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan setelah laporan diterima, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

 

Baca juga : Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Slamet, Tim SAR Terkendala Cuaca Ekstrem

 

“Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke KPP Semarang untuk ditindaklanjuti. Setelah laporan masuk, tim langsung diberangkatkan untuk melakukan operasi pencarian,” ujar Endro.

Operasi pencarian dilakukan dengan metode Exploring Search and Rescue (ESAR), menyisir area hutan yang diduga menjadi jalur pergerakan korban. Namun, proses pencarian sempat mengalami kendala.

 

Baca juga : Tas Misterius Gegerkan Exit Tol Banyumanik, Sinergi Bankom Semarang dan Polisi Amankan Lokasi

 

“Kendala operasi SAR antara lain area pencarian yang luas, medan terjal, serta tidak adanya saksi,” jelas Endro.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengungkapkan bahwa Wakijem memang memiliki kebiasaan keluar rumah tanpa pamit dan telah beberapa kali dilaporkan hilang sebelumnya.

 

 

Baca juga : Tragedi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Sungai Kaliringin Jolinggo, Tim SAR Masih Lakukan Sisir Sungai

 

“Sudah lima kali sebelumnya beliau hilang dan ini kali keenam. Biasanya hanya satu malam dan keesokan harinya sudah pulang. Namun kali ini hingga menjelang sore belum kembali, sehingga keluarga melapor dan meminta bantuan SAR,” terang Budiono.

Harapan muncul pada hari kedua pencarian. Tim SAR gabungan menemukan jejak tongkat yang biasa digunakan korban. Sekitar pukul 13.46 WIB, Wakijem akhirnya berhasil ditemukan di dalam kawasan hutan dalam kondisi lemas, kelaparan, dan mengalami hipotermia ringan akibat kehujanan.

“Alhamdulillah tim gabungan berhasil menemukan sang nenek dalam kondisi selamat. Namun beliau mengalami hipotermia ringan setelah kehujanan semalaman di hutan,” ujar Budiono.

Diketahui, Wakijem harus bertahan hidup selama tiga hari tanpa asupan makanan. Korban yang memiliki riwayat pikun diduga kehilangan arah hingga tersesat dan keluar dari jalur pulang. Merasa kelelahan, korban memilih berhenti dan beristirahat di dalam hutan.

 

“Saat ditemukan, korban langsung kami beri minuman dan selanjutnya dibawa ke pihak medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkas Budiono.

 

Baca juga : Tragedi DAM Merah Tambak Lorok: Seluruh Korban Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

 

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kuat sinergi Basarnas, BPBD, Polri, Bankom Semarang, Relawan, dan Masyarakat dalam misi kemanusiaan. Keluarga Wakijem pun menyampaikan rasa syukur karena sang nenek akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top