Aksi Begal Sadis di Semarang, Remaja Putri Terluka 17 Jahitan Saat Hendak Berangkat Ibadah

Screenshoot CCTV kejadian pembegalan di Jalan Halmahera Raya, Minggu pagi (05/04/2026)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Aksi kejahatan jalanan kembali menunjukkan eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan. Seorang remaja putri bernama Yovita menjadi korban penjambretan disertai kekerasan brutal saat hendak berangkat beribadah, Minggu (05/04/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Peristiwa memilukan itu terjadi di depan rumah korban yang berlokasi di Jalan Halmahera Raya No.19. Niat suci untuk memulai hari dengan ibadah justru berubah menjadi tragedi berdarah yang meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam.

Menurut keterangan yang dihimpun, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba muncul dan langsung menargetkan tas milik Lala, teman korban yang saat itu datang menjemput. Aksi penodongan dan penjambretan berlangsung cepat dan agresif.

“Pelaku langsung menarik tas korban dengan keras. Akibatnya sepeda motor oleng dan korban terjatuh,” ungkap salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

 

Baca juga : Kecelakaan Maut di Umbul Sidomukti: Wisatawan Semarang alami Rem Blong, 1 Luka

 

Situasi semakin kacau ketika korban berusaha mempertahankan barang miliknya. Pelaku yang diduga telah mempersiapkan aksi tersebut, tak segan mengancam menggunakan senjata tajam demi merampas dompet dan ponsel korban.

 

Keributan yang terjadi sontak mengundang perhatian Yovita yang keluar dari rumah dengan niat menolong temannya. Namun keberanian tersebut justru berujung petaka.

 

Salah satu pelaku secara brutal mengayunkan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai bagian dahi. Luka serius pun tak terhindarkan.

 

“Anak saya keluar mau nolong temannya, tapi malah disabet. Darahnya langsung keluar banyak sekali,” ujar ibu korban dengan suara bergetar.

 

Jeritan korban memecah keheningan pagi. Sang ibu yang mendengar teriakan tersebut segera keluar rumah dan mendapati putrinya dalam kondisi bersimbah darah.

 

Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Telogorejo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

 

Baca juga : Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Kasus Handak Mematikan, Ini Kronologinya

 

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka yang cukup serius. Korban harus menjalani 17 jahitan, terdiri dari 15 jahitan di bagian dahi dan 2 jahitan di pipi, serta luka tambahan pada jari tangan akibat upaya mempertahankan diri.

 

Hingga saat ini, Yovita masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan dalam pengawasan tenaga medis.

 

Baca juga : Hari Kedua Idulfitri Berujung Duka, Kecelakaan Fatal Terjadi di Weleri Kendal

 

Sementara itu, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku yang hingga kini masih buron.

 

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan,” ujar seorang petugas kepolisian.

 

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di lingkungan tempat tinggal sendiri.

 

Baca juga : Lerai Perkelahian Saat Patroli Ramadhan, Anggota Polisi Diserang Pemuda Mabuk di Kaliwungu Kendal

 

Selain meningkatkan patroli keamanan, masyarakat juga diimbau untuk memperkuat kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan. Sinergi antara warga dan aparat menjadi kunci dalam mencegah serta menekan angka kejahatan jalanan yang kian meresahkan. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top