KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan Silaturahmi Kamtibmas bersama Lembaga Dakwah Komunitas PWM Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Semarang dan Forum Kerukunan Semarang Bersatu (FKSB) di Ballrom Lantai 5 Hotel MG Setos, Kota Semarang, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Komunikasi di Era Digitalisasi” tersebut menjadi ruang sinergi antara aparat kepolisian, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, akademisi hingga mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di ruang digital yang semakin dinamis.
Acara dihadiri Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman mewakili Kapolda Jateng, didampingi Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol. Siti Rondhijah serta jajaran Direktorat Siber Polda Jateng yang diwakili Plt Kanit 1 Bagwassidik AKP Rusman Sugiarto.
Baca juga : Sertijab Polrestabes Semarang 2026, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Sekitar 150 hingga 170 peserta dari berbagai elemen masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur organisasi masyarakat seperti Bankom Semarang, KBPP Polri, Pemuda Panca Marga, FKPPI, Pemuda Katolik, civitas akademika, tokoh agama, hingga perwakilan instansi Pemerintah Kota Semarang.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustazah Ike, dilanjutkan sambutan Ketua FKSB Dr. H. KRAT AM Jumai, S.E., M.M. yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga Jawa Tengah tetap aman dan kondusif.
“Persatuan dan komunikasi yang baik antar elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital saat ini,” ungkap AM Jumai dalam sambutannya.
Baca juga : Monev CC 112 Semarang 2026: Perkuat Koordinasi Ambulans dan Respons Cepat Darurat
Dalam sambutan Kapolda yang dibacakan Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman, masyarakat diajak untuk meningkatkan literasi digital serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Karena banyak sekali berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka di era digitalisasi ini penting sekali kita untuk saling menahan diri demi menjaga kerukunan agar tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ruang digital yang sehat dan kondusif.
“Ormas dan dunia pendidikan merupakan mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi konflik sosial, penyebaran hoaks maupun provokasi dapat dicegah sejak dini,” tambah Wakapolda.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Siber Polda Jateng AKP Rusman Sugiarto menjelaskan bahwa ancaman kejahatan siber kini semakin kompleks dan menyasar seluruh lapisan masyarakat melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Baca juga : Semarak Karnaval Paskah 2026 di Kota Semarang, Ribuan Umat Tampilkan Harmoni dan Pesan Damai
Menurutnya, pelaku kejahatan siber banyak menggunakan metode social engineering atau manipulasi psikologis untuk memperdaya korban penipuan online.
“Masyarakat harus lebih waspada dan bijak dalam menerima informasi digital. Bila mengalami atau menjadi korban penipuan online, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.
Baca juga : Tradisi 3 Tahunan, Kirab Budaya Ling Hok Bio Hidupkan Spirit Kebhinekaan di Semarang
Forum diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta juga mendapatkan penguatan terkait pentingnya menjaga etika komunikasi di media sosial, penguatan moderasi sosial, serta menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan era digital.

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. Masrukhi mengapresiasi langkah Polda Jateng yang aktif menggandeng dunia pendidikan dalam membangun ketahanan ideologi generasi muda.
“Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Sinergi bersama Polda Jateng menjadi langkah nyata menjaga nilai Pancasila dan moderasi beragama tetap hidup di ruang digital,” tuturnya.
Baca juga : Polsek Semarang Timur Selidiki Dugaan Begal di Jalan Barito, Korban Alami Luka dan Kehilangan Uang
Momentum Silaturahmi Kamtibmas semakin khidmat saat seluruh peserta membacakan Deklarasi Komitmen Kebangsaan dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen bersama menolak kekerasan, kriminalitas, radikalisme, intoleransi, hoaks hingga berbagai tindakan yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ADC)




