KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran Polrestabes Semarang melalui operasi gabungan skala besar yang digelar pada Minggu dini hari (31/05/2026). Sebanyak 760 personel diterjunkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang kerap melibatkan kalangan remaja, mulai dari tawuran kelompok, balap liar, hingga tindak kriminal jalanan yang menggunakan senjata tajam.
Operasi yang dimulai pukul 01.00 WIB tersebut melibatkan personel Polrestabes Semarang, jajaran Polsek, personel BKO, serta unsur lintas instansi dari Kodim 0733/Kota Semarang, Denpom, dan Satpol PP Kota Semarang.
Langkah preventif ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kerawanan yang menunjukkan peningkatan aktivitas kenakalan remaja pada malam hingga menjelang pagi hari, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Berbagai potensi gangguan yang menjadi perhatian meliputi tawuran antarkelompok, balap liar, pelanggaran lalu lintas berisiko tinggi, hingga tindak pidana jalanan yang meresahkan masyarakat.
Untuk memperkuat pengawasan, wilayah Kota Semarang dibagi menjadi tujuh zona operasi yang dikelompokkan ke dalam tiga sektor utama, yakni Zona Barat, Zona Selatan, dan Zona Timur. Pola pengamanan dilakukan secara dinamis dengan menggeser personel menuju titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Selain patroli dan pengawasan, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor, identitas pengendara, serta pembubaran kelompok yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan akibat konsumsi minuman keras di ruang publik. Penindakan difokuskan pada pelanggaran berat seperti penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar, aksi berkendara ugal-ugalan, membawa penumpang melebihi kapasitas, hingga indikasi pengaruh minuman keras maupun narkotika.
Baca juga : Polisi Rangkul Gen Z Lewat E-Sport, Kapolrestabes Semarang Cup Jadi Ruang Kreatif Lawan Radikalisme
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa operasi tersebut mengedepankan keseimbangan antara tindakan preventif dan penegakan hukum yang tegas, namun tetap mengutamakan pendekatan humanis.
“Operasi ini kami laksanakan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya tawuran, balap liar, maupun tindak kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat. Seluruh personel telah diarahkan untuk bertindak profesional, humanis, dan terukur. Fokus kami bukan hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga Kota Semarang,” ujar Kompol Riki.
Menurutnya, setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindak sesuai tingkat pelanggarannya. Pelanggaran berat diproses melalui mekanisme tilang dan ketentuan hukum yang berlaku, sementara pelanggaran ringan diberikan teguran serta edukasi sebagai bentuk pembinaan awal.
Lebih jauh, Polrestabes Semarang juga menyiapkan langkah pembinaan berkelanjutan bagi remaja yang terlibat pelanggaran melalui sinergi bersama Pemerintah Kota Semarang, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga pondok pesantren.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya represif, tetapi juga pembinaan. Bagi remaja yang terjaring, kami dorong untuk mendapatkan pembinaan yang tepat agar tidak mengulangi perbuatannya dan dapat kembali menjalani aktivitas secara positif,” tambahnya.
Baca juga : Polsek Gayamsari Bina Remaja Terlibat Tawuran Viral Rusunawa Kaligawe, Libatkan Orang Tua dan Warga
Dari hasil operasi yang berlangsung serentak di sejumlah titik rawan tersebut, petugas berhasil mengamankan 43 unit sepeda motor. Sebanyak 13 unit diamankan di wilayah Semarang Barat dan 30 unit di wilayah Semarang Tengah. Sebagian kendaraan dikenakan sanksi tilang, sementara lainnya diamankan karena tidak dilengkapi dokumen kendaraan atau menggunakan modifikasi yang tidak sesuai ketentuan, seperti knalpot brong. Selain itu, petugas juga memberikan teguran langsung kepada 13 pengendara.
Keberhasilan operasi ini tidak hanya tercermin dari jumlah penindakan yang dilakukan, tetapi juga dari nihilnya kejadian tawuran maupun balap liar selama kegiatan berlangsung. Kehadiran aparat dalam jumlah besar di berbagai titik strategis terbukti mampu meredam potensi gangguan keamanan sejak dini sehingga situasi Kota Semarang tetap aman, tertib, dan kondusif hingga operasi berakhir.
“Alhamdulillah, hasil operasi menunjukkan situasi tetap terkendali. Tidak ditemukan kejadian tawuran maupun balap liar selama kegiatan berlangsung. Ini menjadi bukti bahwa kehadiran aparat di lapangan mampu mencegah potensi gangguan sejak dini dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh warga, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Kompol Riki.
Baca juga : Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Jaringan Sabu Antar Kota, Tiga Residivis Ditangkap
Melalui operasi terpadu tersebut, Polrestabes Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang terus berkembang, sinergi antara aparat, pemerintah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga Kota Semarang. (Red.ADC)




