KAB.KENDAL, BANKOM SEMARANG NEWS.ID – Terik matahari belum terlalu menyengat ketika halaman Gedung DPRD Kendal mulai dipenuhi ratusan personel Polres Kendal, Jumat (22/08/2025) pagi. Dengan perlengkapan lengkap mulai dari tameng, helm, hingga tongkat mereka berdiri berbaris rapi menunggu aba-aba. Hari itu, Polres Kendal menggelar Latihan Pemeliharaan Kemampuan Pengamanan Unjuk Rasa Anarkis, sebuah skenario yang disiapkan untuk mengantisipasi dinamika keamanan di tengah masyarakat.
Sebanyak 347 personel dilibatkan dalam latihan ini. Suara komando terdengar bergema, diiringi simulasi orasi massa yang diperankan oleh personel lain. Layaknya kondisi nyata, kericuhan pun digambarkan dalam latihan. Sebagian massa mencoba mendorong barikade polisi, sebagian lain berteriak lantang di depan pintu gerbang kantor DPRD.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, S.I.K., berdiri di tengah barisan perwira pengendali. Ia menegaskan, latihan ini tidak hanya sebatas rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari strategi preventif Polri dalam menjaga keamanan.
“Kita tidak ingin ada aksi unjuk rasa yang berkembang menjadi anarkis. Oleh karena itu, latihan ini penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugasnya, baik dalam fungsi negosiator, dalmas awal, hingga raimas,” jelas Kapolres usai memimpin latihan.
Baca juga : Apel Tiga Pilar Kendal: Polri, TNI, dan Pemda Satukan Tekad Jaga Kamtibmas
Dalam skenario, tim negosiator lebih dulu maju untuk melakukan pendekatan kepada perwakilan massa. Dengan pengeras suara, mereka menyampaikan imbauan agar aksi tetap damai. Namun, simulasi berjalan eskalatif: sebagian massa tetap memaksa masuk.
“Dalmas awal, maju!” teriak komandan lapangan. Sejurus kemudian, formasi berlapis dengan tameng plastik terbentuk. Dentuman tongkat ke tameng terdengar keras, menciptakan suasana tegang seolah-olah tengah terjadi kericuhan sungguhan.
Baca juga : TMMD Sengkuyung III Kodim 0715/Kendal Resmi Ditutup, Jalan Desa Kedungsuren Kini Terhubung Lebar
Kasat Samapta Polres Kendal, AKP Dwi Cahyono, mengatakan bahwa detail simulasi sengaja dibuat menyerupai kondisi nyata agar anggota tidak kaget saat menghadapi situasi sebenarnya.
“Kesiapsiagaan itu kuncinya latihan. Anggota harus terbiasa dengan dinamika di lapangan. Mereka harus tahu kapan melakukan formasi, kapan melakukan komunikasi persuasif, dan kapan harus mengambil langkah tegas sesuai prosedur,” ungkapnya.
Baca juga : Musibah Pemancing di Dam Merah, Polda Jateng Evaluasi dan Tegaskan Pentingnya Keselamatan Laut
Bagi sebagian anggota yang terlibat, latihan ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan juga pengalaman emosional. Briptu Andika, salah satu personel Dalmas, mengaku latihan semacam ini meningkatkan kepercayaan dirinya saat harus menghadapi massa di lapangan.
“Awalnya memang tegang, apalagi saat simulasi dorong-dorongan dengan massa. Tapi justru di situlah kami belajar mengendalikan diri. Kami jadi lebih siap dan paham peran masing-masing, sehingga bisa saling mendukung,” ujarnya sambil mengusap peluh di wajah.
Baca juga : Hari Pramuka 2025, Pramuka dan Pemkot Semarang Bersatu Hijaukan Pesisir Tugurejo dengan Mangrove
Tak jarang, ia dan rekan-rekannya harus berlatih dalam kondisi penuh tekanan. “Keringat bercucuran, tapi kami tahu ini bagian dari tugas. Lebih baik capek di latihan daripada panik saat di lapangan,” tambahnya dengan senyum.
Baca juga : Bupati Kendal Kukuhkan Anggota Paskibraka 2025, Kapolres Kendal Turut Hadir
Latihan pengamanan ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat Pemkab Kendal. Asisten I Sekda Kendal, Drs. Bambang Purwanto, yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasinya atas kesiapan Polres Kendal.
“Kondusifitas daerah adalah kunci pembangunan. Kami sangat mendukung latihan seperti ini, karena sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat memang harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurut Bambang, dinamika sosial masyarakat Kendal yang kian berkembang perlu diantisipasi dengan kesiapan aparat keamanan. “Kita ingin Kendal tetap kondusif, supaya roda pembangunan berjalan lancar,” lanjutnya.
Dalam setiap tahap latihan, Kapolres Kendal selalu menekankan pentingnya pendekatan persuasif. Baginya, komunikasi menjadi garda terdepan sebelum langkah represif dilakukan.
“Negosiasi selalu kita kedepankan. Kalau komunikasi bisa meredam massa, potensi kericuhan bisa dicegah. Namun bila situasi eskalatif, Polri siap bertindak sesuai prosedur yang berlaku,” tegas AKBP Hendry.
Pendekatan humanis itu sejalan dengan prinsip Polri Presisi yang mengutamakan pencegahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga : Wali Kota Agustina Pastikan PBB 2025 di Semarang Tak Naik, Ada Keringanan Pajak untuk Warga
Latihan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB itu ditutup dengan evaluasi singkat di lapangan. Seluruh skenario berhasil dijalankan dengan tertib, aman, dan terkendali. Para personel tampak lega, sementara para perwira memberikan apresiasi atas kinerja anggota.
Baca juga : Polda Jateng Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Kendal, Warga Antusias Beli Beras Terjangkau
Suasana keakraban terlihat setelah latihan selesai. Sejumlah anggota berbagi cerita ringan tentang pengalaman mereka di balik simulasi, sambil duduk beristirahat di bawah rindangnya pohon di halaman kantor DPRD.
“Kita harus selalu siap dengan berbagai kemungkinan. Kondusifitas daerah adalah kunci pembangunan, dan Polri berkomitmen menjaga stabilitas itu bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” pungkas Kapolres
Baca juga : DPRD dan Pemkot Semarang Komitmen Perkuat Kamtibmas Lewat CCTV dan Aplikasi Libas
Latihan ini tidak hanya menunjukkan profesionalitas Polres Kendal, tetapi juga memperlihatkan wajah humanis aparat keamanan: berlatih keras di balik tameng dan seragam demi memastikan masyarakat bisa hidup tenang dalam suasana aman dan kondusif. (ADC/.hms)







