KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Silayur Park, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, saat masyarakat bersama sejumlah elemen menggelar kegiatan doa bersama tolak balak, Senin malam (11/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus ajang mempererat persaudaraan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Semarang.
Acara yang dimulai selepas salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB itu diprakarsai oleh Lidik Krimsus Jateng bersama Paguyuban Spiritual Eling Asale, Forum Peduli Bangsa, serta Kantor Hukum Boy & Partner.
Baca juga : RS Keluarga Sehat III Semarang Latih Relawan Kemanusiaan Tangani Kondisi Gawat Darurat
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai unsur Forkopimcam dan instansi terkait, mulai dari pihak kecamatan, Polsek Ngaliyan, Koramil Ngaliyan, hingga Dinas Perhubungan Kota Semarang. Kehadiran lintas elemen itu menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.
Rangkaian acara diisi dengan tawasul, pembacaan tahlil, mujahadah, serta doa aurod tolak balak yang diikuti warga dan tokoh masyarakat setempat. Dalam suasana yang tenang dan penuh harapan, para peserta memanjatkan doa agar masyarakat Kota Semarang senantiasa diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya.
Perwakilan panitia, Ki Anggoro, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar batin dan bentuk kepedulian bersama untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami juga berterima kasih kepada seluruh unsur Forkopimcam, Dishub, tokoh masyarakat, dan warga yang telah hadir serta mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.
Baca juga : Diguyur Hujan Deras, Event Internasional SNC 2026 Dihentikan
Menurutnya, doa bersama bukan hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga media memperkuat hubungan sosial antarwarga di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu. Antusiasme masyarakat yang hadir hingga acara selesai menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di wilayah Ngaliyan dan sekitarnya.
Baca juga : Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 2026, Simbol Harmoni Lintas Agama dan Budaya
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa untuk keselamatan bangsa, kelancaran aktivitas masyarakat, serta harapan agar wilayah Semarang tetap aman, tenteram, dan dijauhkan dari segala bentuk bencana. (Red.ADC)




