KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Gerbang Tol Kalikangkung menjadi salah satu titik krusial pergerakan kendaraan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Pada Kamis, 26 Maret 2026, arus lalu lintas di gerbang tol utama wilayah barat Kota Semarang ini terpantau mengalami peningkatan signifikan, seiring mobilitas masyarakat dalam periode libur panjang.
Berdasarkan data pemantauan sejak pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB, volume kendaraan didominasi arus keluar dan masuk kota. Pada jalur masuk (entrance) dari arah Kendal/Jakarta, tercatat sebanyak 39.459 kendaraan melintas. Peningkatan arus mulai terlihat sejak pagi hari dan mencapai puncaknya pada pukul 14.00–15.00 WIB dengan jumlah kendaraan mencapai 3.840 unit dalam satu jam.
Sementara itu, pada jalur keluar (exit) menuju arah Semarang/Solo, total kendaraan yang tercatat sebanyak 11.380 unit. Arus terpantau relatif stabil, namun tetap menunjukkan peningkatan pada siang hingga sore hari, dengan puncak volume pada jam yang sama, yakni 14.00–15.00 WIB sebanyak 988 kendaraan.
Baca juga : One Way Nasional Diberlakukan, Kapolri Lepas Arus Balik Lebaran 2026 dari Kalikangkung
Kasihumas Polrestabes Semarang, Agung Setiyo Budi, mengungkapkan bahwa lonjakan arus lalu lintas ini merupakan bagian dari dinamika mobilitas masyarakat dalam momentum libur bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Arus kendaraan di Kalikangkung masih terpantau ramai lancar. Namun demikian, kami tetap mengantisipasi potensi kepadatan, khususnya pada jam-jam puncak. Personel telah disiagakan untuk melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” jelasnya.
Baca juga : Penyekatan Truk Sumbu Tiga di Kaligawe, Polisi Prioritaskan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026
Dalam pengamanan arus lalu lintas ini, kepolisian tidak hanya fokus pada kelancaran kendaraan, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan. Sejumlah potensi gangguan turut diidentifikasi, mulai dari kepadatan arus, kelelahan pengemudi, hingga risiko kecelakaan lalu lintas baik di jalur tol maupun arteri.
Pendekatan humanis pun terus dilakukan petugas di lapangan, dengan memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar tetap menjaga kondisi fisik serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat, tidak memaksakan diri saat lelah, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” tambah Agung.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun hambatan di perjalanan melalui layanan kepolisian 110 yang siaga selama 24 jam.
Baca juga : Tim Gegana Lakukan Disposal Bahan Peledak Temuan Warga di Kramas Tembalang
Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, diharapkan arus lalu lintas selama periode libur panjang ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, serta meminimalisir potensi risiko di jalan raya. (Red.ADC)




