KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Banjir limpasan akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di wilayah RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, masih menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Aparat gabungan dari TNI-Polri bersama Basarnas, PMI, BPBD, Pramuka, serta perangkat wilayah terus bergerak melakukan penanganan dan pencarian korban pada Sabtu (16/05/2026) pagi.
Apel gabungan lanjutan pencarian korban digelar sekitar pukul 07.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widiyanto S.H., M.Si di lokasi tanggul jebol Sungai Plumbon yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 40 meter.
Baca juga : Banjir dan Longsor Terjang Semarang, Dua Korban Jiwa Dilaporkan Terseret Arus
Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melaksanakan pembersihan area terdampak banjir, penyisiran aliran sungai hingga area persawahan, serta pendataan kerugian material warga akibat bencana banjir limpasan tersebut.
Fokus utama pencarian tertuju kepada seorang warga lanjut usia bernama Mbah Maryam (70), warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret derasnya arus banjir saat tanggul jebol.
Meski kondisi arus sungai masih cukup deras dan belum sepenuhnya surut, petugas tetap melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan penuh kehati-hatian.
Baca juga : Polsek Semarang Timur Selidiki Dugaan Begal di Jalan Barito, Korban Alami Luka dan Kehilangan Uang
Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widiyanto, dalam arahannya saat apel gabungan menegaskan pentingnya keselamatan personel di tengah tugas kemanusiaan tersebut.
“Kami meminta seluruh personel yang terlibat agar tetap menjaga keselamatan diri, saling mengawasi, dan bekerja sama dengan baik di lapangan. Semoga korban dapat segera ditemukan sehingga keluarga mendapatkan kepastian,” ujar Kompol Fajar Widiyanto.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 07.30 WIB, korban atas nama Mbah Maryam berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 300 meter dari kediamannya dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga : Banjir Akibat Tanggul Ambrol di Tugu Semarang, 45 KK Terdampak Tanpa Korban Jiwa
Suasana haru menyelimuti lokasi penemuan korban. Warga bersama petugas tampak membantu proses evakuasi jenazah sebelum dibawa untuk penanganan lebih lanjut.
Selain fokus pada pencarian korban, aparat gabungan juga terus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Kondisi cuaca di wilayah Kota Semarang masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat memicu luapan sungai kembali terjadi.
Baca juga : Hujan Deras Picu Talut Sungai Jebol di Mangkang Kulon Semarang, 260 Jiwa Terdampak
Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Plumbon ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai. (Red.ADC/Yono)




