KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Semarang pada Jumat malam (15/05/2026) memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik. Banjir, longsor, tanggul jebol, hingga kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di wilayah hukum Polrestabes Semarang, dengan dampak paling parah berada di Kecamatan Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat.
Menanggapi situasi tersebut, personel kepolisian dari tingkat polsek bersama Bhabinkamtibmas langsung bergerak melakukan patroli, pengecekan lokasi terdampak, membantu proses evakuasi warga, hingga pengamanan wilayah rawan bencana. Aparat juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI, PMI, serta relawan guna mempercepat penanganan dan mengantisipasi dampak susulan akibat cuaca ekstrem.
Di wilayah Kecamatan Ngaliyan, luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Di Kelurahan Wonosari, genangan air merendam Perumahan Mangkang Indah RW 01, RW 02, dan RW 03 dengan ketinggian mencapai 10 hingga 60 sentimeter.
Baca juga : Banjir Akibat Tanggul Ambrol di Tugu Semarang, 45 KK Terdampak Tanpa Korban Jiwa
Sementara di Kelurahan Ngaliyan, cuaca ekstrem memicu berbagai insiden, mulai dari sepeda motor hanyut di kawasan industri Candi, baliho puskesmas roboh menimpa kendaraan, talud lapangan ambrol, longsor di Jalan Panembahan Senopati, kerusakan atap sekolah MI Baitul Huda akibat terpaan angin, hingga banjir dan longsoran talud di sejumlah titik permukiman warga.
Kondisi tak kalah memprihatinkan juga terjadi di Kelurahan Purwoyoso. Luapan Sungai Silandak menyebabkan banjir di sejumlah RT dan menyeret beberapa kendaraan roda dua milik warga. Dari lokasi ini pula petugas menemukan seorang perempuan tanpa identitas yang diduga menjadi korban terseret arus banjir.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB di belakang rumah warga di Jalan Sriyatno RT 02 RW 04, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Setelah dilakukan pendalaman dan identifikasi oleh tim Inafis, korban diketahui bernama Kurnia Suci Marsella (22), warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara.
Baca juga : Nelayan Dihantam Ombak di Pantai Baru Bantul, Dua Selamat dan Satu Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Candi sebelum diduga terseret derasnya arus banjir. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk proses penanganan lebih lanjut.
Selain banjir, bencana juga melanda wilayah Kecamatan Tugu. Di Kelurahan Mangkang Kulon, tanggul Sungai Plumbon dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 48 meter sehingga menyebabkan banjir limpasan ke rumah-rumah warga.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga lanjut usia bernama Mbah Maryam (71) dilaporkan hanyut terbawa arus. Hingga Sabtu dini hari, tim gabungan dari TNI-Polri, SAR, PMI, BPBD, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Baca juga : Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Jaringan Sabu Antar Kota, Tiga Residivis Ditangkap
Di wilayah Semarang Barat, luapan Sungai Silandak juga mengakibatkan dua titik tanggul jebol di Kelurahan Kembangarum. Puluhan rumah warga terendam dan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke posko darurat. Kawasan Kalibanteng Kulon dan Krapyak turut terdampak banjir akibat tingginya debit air.
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, jajaran kepolisian terus bersiaga di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.
“Personel Polrestabes Semarang bersama jajaran polsek sejak malam telah bergerak melakukan patroli, pemantauan debit air, membantu evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait. Dari hasil pendataan sementara terdapat sejumlah titik banjir akibat luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak, kerusakan infrastruktur, serta dua korban jiwa akibat terseret arus banjir. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar Kompol Riki.
Baca juga : Warga Ngaliyan Gelar Doa Bersama Tolak Bala, Forkopimcam dan Dishub Turut Mendukung
Hingga Sabtu dini hari, personel gabungan masih bertahan di lokasi terdampak untuk membantu pembersihan material sisa banjir, mengevakuasi barang-barang milik warga, serta menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak. Kehadiran aparat di lapangan juga difokuskan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan di sejumlah titik rawan di Kota Semarang. (Red.ADC)




