KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dinamika sosial menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, jajaran Polres Kendal menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Alun-alun Kabupaten Kendal, Rabu (29/04/2026) pagi.
Baca juga : Jelang May Day 2026, Polsek Pageruyung Perkuat Edukasi Hukum bagi Pelajar SMK N 05 Kendal
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari unsur kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan itu, Hendry Susanto Sianipar dan Dyah Kartika Permanasari, bersama perwakilan Kodim 0715 Kendal, Kejaksaan Negeri Kendal, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Simulasi ini menggambarkan skenario penanganan unjuk rasa secara komprehensif. Dimulai dari pendekatan persuasif oleh tim negosiator saat massa mulai berkumpul, hingga penanganan eskalasi ketika situasi berkembang menjadi tidak kondusif. Dalam adegan tersebut, diperagakan pula respons aparat saat terjadi tindakan anarkis seperti pembakaran, termasuk langkah cepat mengamankan provokator, meredam massa, serta patroli gabungan pascakejadian guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Kapolres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi fondasi utama dalam setiap pengamanan aksi massa.
“Kami tekankan bahwa siapa pun yang menyampaikan aspirasi bukan musuh, melainkan masyarakat yang harus dilayani. Oleh karena itu, pengamanan harus dilakukan secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam menempatkan masyarakat sebagai mitra, bukan objek pengamanan semata. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meminimalisasi potensi gesekan di lapangan.
Baca juga : Jelang May Day 2026, Polrestabes Semarang Perkuat Dialog dengan KASBI Jawa Tengah
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi pelaksanaan simulasi sebagai langkah strategis menjaga kondusivitas daerah.
“Peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum bersama untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” tuturnya.
Dalam arahan teknis, seluruh personel juga diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti ambulans mobile, tenda medis, hingga kendaraan taktis. Koordinasi intensif turut dilakukan dengan Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pemadam kebakaran guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Baca juga : Jelang May Day 2026, Polda Jateng Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Desk Ketenagakerjaan
Simulasi berakhir dalam situasi aman dan kondusif. Lebih dari sekadar latihan, kegiatan ini menjadi gambaran nyata kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan bahwa ruang demokrasi tetap terlindungi secara beradab di Kabupaten Kendal. (Red.ADC)



