RS Keluarga Sehat III Semarang Latih Relawan Kemanusiaan Tangani Kondisi Gawat Darurat

Akhir sesi di Ruang Edelweis Lantai 2 RS Keluarga Sehat III Semarang, Selasa (06/05/2026). (Foto:ADC)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – RS Keluarga Sehat III Semarang menggelar kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi relawan medis dan kemanusiaan di Kota Semarang, Selasa (06/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Edelweis Lantai 2 tersebut diikuti oleh berbagai unsur relawan, mulai dari Bankom Semarang, relawan ojek online, ITS hingga relawan ambulan lainnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas relawan dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat, khususnya pada kondisi kegawatdaruratan seperti henti napas maupun henti jantung sebelum tim medis tiba di lokasi.

Sebanyak delapan personel turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mewakili dari Bankom Semarang, yakni Nur Shoim, Rizky Andrian, Fatkhur Rohman, Agus DC, Teguh Raharjo, Nicolas Ananda, Priyautama dan Kristoforus Adrian.

 

Baca juga : Gathering RS Keluarga Sehat III Semarang: Sinergi Relawan untuk Layanan Kesehatan Humanis

 

Chief Marketing Officer RS Keluarga Sehat III Semarang, Dr.c. Yuhelmis Sienifa, dalam pemaparannya memperkenalkan profil rumah sakit, layanan unggulan hingga tenaga medis spesialis yang dimiliki KSH Group.

Ia menjelaskan bahwa Rumah Sakit Keluarga Sehat saat ini hadir di tiga wilayah, yakni Pati, Tayu dan Semarang, dengan komitmen pelayanan berbasis keselamatan pasien dan penguatan digital health.

 

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien melalui penguatan teknologi digital serta pelayanan service excellence,” ujarnya.

 

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk relawan kemanusiaan, menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif di tengah masyarakat.

 

Baca juga : Monev CC 112 Semarang 2026: Perkuat Koordinasi Ambulans dan Respons Cepat Darurat

 

Selain pengenalan rumah sakit, peserta juga menerima materi utama Bantuan Hidup Dasar yang disampaikan oleh dokter umum dr. Radite Sekar Hapsari.

 

Dalam paparannya, dr. Radite menekankan pentingnya kecepatan penanganan terhadap korban henti napas maupun henti jantung. Ia menyebut, peluang keselamatan korban akan terus menurun apabila pertolongan terlambat diberikan.

 

“Dalam satu menit pertama, kemungkinan keberhasilan penyelamatan masih sangat tinggi. Namun jika terlambat hingga 10 menit, peluang hidup korban bisa tinggal sekitar satu persen,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa tujuan Bantuan Hidup Dasar adalah menjaga suplai oksigen dan nutrisi menuju otak, jantung serta organ vital lainnya agar tetap berjalan meskipun korban mengalami henti napas atau henti jantung.

 

Materi pelatihan juga membahas tahapan penting dalam BHD, mulai dari penilaian kondisi pasien, teknik kompresi dada berkualitas tinggi atau High Quality CPR, pemeriksaan pergerakan dada hingga bantuan pernapasan.

 

Baca juga : Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Jaringan Sabu di Semarang, Pelaku Mengaku Disuruh DPO

 

Peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda henti jantung seperti korban tidak sadar, tidak bernapas, nadi tidak teraba pada arteri karotis serta perubahan warna tubuh menjadi kebiruan atau dingin.

Tak hanya teori, seluruh peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung teknik Bantuan Hidup Dasar secara benar sesuai prosedur medis melalui simulasi penanganan korban.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan building touring di area rumah sakit guna memperkenalkan fasilitas pelayanan medis kepada peserta relawan. Dalam sesi interaktif tersebut, peserta dan penyelenggara turut berdiskusi mengenai pola koordinasi penanganan korban, kesiapan ambulans hingga estimasi waktu tempuh menuju lokasi pasien.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan relawan kemanusiaan di Kota Semarang dalam menghadapi situasi darurat medis di lapangan.

 

Baca juga : Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 2026, Simbol Harmoni Lintas Agama dan Budaya

 

Kehadiran relawan yang terlatih dinilai menjadi bagian penting dalam rantai penyelamatan korban sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi kejadian. (ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top