Monev CC 112 Semarang 2026: Perkuat Koordinasi Ambulans dan Respons Cepat Darurat

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Pemerintah Kota Semarang terus memacu peningkatan kualitas layanan darurat melalui Command Center 112. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Call Center 112 Catur Wulan I yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.

Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem respons cepat, terutama dalam penanganan kegawatdaruratan yang melibatkan berbagai lintas sektor seperti kesehatan, kebakaran, hingga ketertiban umum.

Dalam forum tersebut, salah satu isu krusial yang mencuat adalah tumpang tindih pengiriman ambulans. Kondisi ini terjadi akibat adanya permintaan langsung dari masyarakat atau relawan kepada rumah sakit, tanpa melalui sistem Command Center 112.

 

“Kadang kami sudah mengirim unit, tetapi tiba-tiba muncul ambulans lain dari rumah sakit. Ini yang perlu kita benahi agar koordinasi tetap satu pintu,” ungkap salah satu operator layanan dalam sesi evaluasi.

 

Secara sistem, distribusi ambulans sebenarnya telah diatur oleh operator Ambulance Hebat (AK 112). Namun ketika kapasitas penuh, koordinasi dialihkan ke pos Simpanglima untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.

 

Baca juga : Dorong Kemandirian Ormas, Kesbangpol Kota Semarang Gelar Fundraising Berbasis Ekonomi Kreatif di Tawangmangu

 

Hasil Monev menghasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengaktifan penggunaan handy talky (HT) bagi seluruh unit ambulans guna mempercepat komunikasi di lapangan.

 

Selain itu, penanganan kasus sosial juga menjadi perhatian. Dalam kasus penanganan PGOT di Masjid Diponegoro Tembalang, misalnya, koordinasi lintas instansi dilakukan saat ambulans penuh, hingga akhirnya penanganan dilakukan oleh Satpol PP yang mengantar ke RS dr. Amino.

 

Permasalahan kecelakaan di tanjakan Silayur turut dibahas serius. Pemerintah merencanakan pemasangan portal pembatas untuk mencegah kecelakaan berulang, dengan titik strategis di sekitar Lapas dan Traffic Light Jrakah.

 

“Ini bukan hanya soal respons, tapi juga pencegahan. Kita ingin kejadian serupa tidak terulang,” jelas perwakilan forum.

 

Monev juga menegaskan pembagian kewenangan penanganan laporan masyarakat, seperti:

  • Hewan liar: Dinas Pertanian (anjing, kucing, ternak), Damkar (ular), dan BKSDA (satwa liar seperti monyet)
  • Anak dan ibu terlantar: menjadi kewenangan DP3A
  • Pengaduan fasilitas umum: melalui aplikasi Lapor Semar
  • Kedaruratan: tetap melalui Call Center 112

Di sisi lain, PMI juga menegaskan pemisahan layanan antara pasien dan jenazah, meski masih menghadapi keterbatasan pada jumlah pengemudi piket.

 

Baca juga : Bankom Polrestabes Semarang Bersama Mitra Jalin Sinegritas Dalam Misi Kemanusiaan

 

Berdasarkan laporan periode 13–19 April 2026, Call Center 112 menerima 950 panggilan, dengan 440 laporan valid yang ditindaklanjuti.

 

Lima laporan terbanyak meliputi:

  • Pemeriksaan kesehatan
  • Transportasi ambulans
  • Home care
  • Kecelakaan
  • Gangguan lalu lintas dan evakuasi hewan liar

Dinas Kesehatan menjadi OPD dengan tingkat disposisi tertinggi dalam penanganan laporan.

 

Baca juga : Polda Jateng Gelar Apel Kesiapan, Pastikan Respons Cepat Hadapi Situasi Darurat

 

Pemerintah Kota Semarang juga terus mendorong percepatan waktu tanggap darurat dari 15 menit menjadi 10 menit. Upaya ini dilakukan melalui integrasi lintas OPD dan peningkatan kapasitas operator.

 

Baca juga : Pembinaan Ormas Semarang di Tawangmangu: Dorong Kemandirian Lewat Fundraising dan Ekonomi Kreatif

 

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik, Dian Aryanto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas data pada level operator menjadi kunci utama.

 

“Kami menargetkan memangkas hingga 70 persen waktu penyelesaian aduan, dari panggilan masuk hingga petugas tiba di lokasi. Kuncinya ada pada akurasi data di level awal,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa sistem ini terinspirasi dari keberhasilan layanan darurat di Surabaya yang mampu mencapai waktu respons hingga 7 menit.

 

Dari sisi pelayanan, survei kepuasan masyarakat menunjukkan angka 85,20 atau masuk kategori Baik (B). Capaian ini menjadi indikator positif, meskipun masih terdapat ruang perbaikan dalam koordinasi dan distribusi layanan.

 

Baca juga : Aksi Begal Sadis di Semarang, Remaja Putri Terluka 17 Jahitan Saat Hendak Berangkat Ibadah

 

Dukungan lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Arif Sumaji dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang menyampaikan pentingnya kolaborasi, khususnya dalam mengatasi kendala lalu lintas saat menuju lokasi kejadian.

 

“Sinergi dengan Dishub sangat kami butuhkan agar mobilitas tim di lapangan tidak terhambat. Program ini sangat membantu tugas kami,” ungkapnya.

 

Di balik angka dan data, layanan 112 menjadi harapan nyata masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Setiap panggilan bukan sekadar laporan, tetapi juga bentuk kepercayaan warga terhadap kehadiran negara dalam kondisi genting.

 

Baca juga : HUT ke-22 Bankom Polrestabes Semarang: “Mengabdi Dengan Hati, Bergerak Dengan Aksi” dalam Sarasehan dan Buka Puasa Bersama

 

Dengan penguatan sistem, koordinasi, dan komitmen bersama, Call Center 112 diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalisir risiko di Kota Semarang. (Red.ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top