KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Upaya membangun kedekatan dengan generasi muda terus dilakukan jajaran Polrestabes Semarang melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Salah satunya diwujudkan lewat pembukaan turnamen E-Sport Kapolrestabes Cup yang digelar di Bodjong Night Market pada Minggu (24/05/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.15 WIB tersebut dibuka langsung oleh Heri Wahyudi didampingi sejumlah pejabat utama Polrestabes Semarang. Hadir pula Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Andika Dharmasena serta Kasat Binmas Polrestabes Semarang Hery Tristiyono.
Turnamen E-Sport Kapolrestabes Cup menjadi wadah positif bagi komunitas gim daring di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Kompetisi mempertandingkan sejumlah gim populer seperti Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire kategori Clash Squad, hingga Free Fire Battle Royale.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Pada kategori Mobile Legends tercatat diikuti sebanyak 95 peserta, sementara Free Fire Clash Squad diikuti 64 peserta dan Free Fire Battle Royale diikuti 96 peserta. Turnamen ini terbuka untuk umum dan diikuti peserta dari Semarang maupun daerah sekitar.
Baca juga : Silaturahmi Kamtibmas Polda Jateng, Gandeng Ormas dan Kampus Perkuat Literasi Digital di Semarang
Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan sistem pertandingan berbeda di setiap kategori. Free Fire Clash Squad menggunakan sistem single elimination format 4 versus 4. Sedangkan Free Fire Battle Royale menggunakan sistem penilaian berdasarkan placement akhir dan jumlah kill yang diperoleh peserta. Adapun Mobile Legends dimainkan dengan sistem single elimination format 5 versus 5.
Rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 24 Mei 2026 dan kembali dilanjutkan pada 31 Mei 2026 mendatang.
Baca juga : Demo Ojol Jateng di Kantor Gubernur Semarang, Driver Desak Payung Hukum Transportasi Online
Kasi Humas Polrestabes Semarang Riki Fahmi Mubarok mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam mendekatkan diri dengan generasi muda melalui ruang kreatif dan digital yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan Gen Z.
Menurutnya, berdasarkan rilis Densus 88, sebanyak 247 anak tercatat terpapar paham radikalisme sepanjang tahun 2026. Kondisi itu menjadi perhatian serius sehingga Polri hadir melalui pendekatan humanis dan edukatif di lingkungan yang dekat dengan anak muda.
“Polri kini hadir di ruang bermain mereka untuk merangkul, melindungi, dan mendekatkan diri dengan lingkungan Gen Z. Karena menjaga kedaulatan bangsa hari ini bukan lagi sekadar mengangkat senjata, tetapi hadir sebagai sahabat yang menjaga ruang pikir generasi muda,” ungkap Riki.
Ia menambahkan, menjaga generasi muda dari disinformasi, perpecahan, hingga pengaruh radikalisme merupakan bentuk nasionalisme modern yang harus dilakukan secara bersama-sama.
Baca juga : Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Jaringan Sabu Antar Kota, Tiga Residivis Ditangkap
Melalui event Kapolrestabes Semarang Cup tersebut, Polrestabes Semarang berharap mampu membangun ekosistem digital yang sehat, kompetitif, sekaligus memperkuat hubungan positif antara kepolisian dan masyarakat, khususnya kalangan muda di era digital. (Red.ADC)




