Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15 di Jotang Kendal, Merawat Jejak Dakwah dan Tradisi Islam Leluhur

KH. Nasihin memberikan Mauidhoh Hasanah pada acara Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15, Sabtu, (08/08/2026).

KAB.KENDAL, Bankomsemarangnews.id Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti kawasan Makam Eyang Tekuk Penjalin, Jotang, Kabupaten Kendal, saat puluhan jamaah dari berbagai daerah menghadiri Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15, Jumat-Sabtu, 7-8 Agustus 2026.

 

Rangkaian kegiatan haul tidak berhenti pada seremoni tahunan. Bagi masyarakat dan jamaah yang hadir, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memanjatkan doa, sekaligus mengenang jejak tokoh yang dalam tradisi sejarah lokal dikenal memiliki peran dalam perjalanan penyebaran Islam di wilayah Kaliwungu dan Kendal.

Baca juga : Polres Kendal Kawal Aksi Damai 5.000 Warga, Peternak Unggas Sampaikan 5 Tuntutan

Kegiatan diselenggarakan dengan Ketua Abdul Ghofur, pengelola makam A. Much Ali, serta Sekretaris Ach. Yaeni. Rangkaian Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15 diawali pada Jumat (7/8/2026) sejak pukul 18.00 WIB dengan pembacaan Sholawat Dalailul Khoirot, Ratibul Haddad dan Ratibul Athos. Pada Sabtu (8/8/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Sima’an Al-Qur’an sejak pukul 07.00 WIB. Sore harinya, jamaah mengikuti ziarah santri dan wali santri TPQ MDA.

 

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Burdah, Walimah Qur’an dan Tahlil, sebelum memasuki acara utama berupa Mauidhoh Hasanah KH. Nasihin, atau yang dikenal dengan Kyai Demit Joko Mbalelo dari Singorojo, Kabupaten Kendal. Sementara rangkaian haul ditutup pada Senin (9/8/2026) malam dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani.

 

Dalam sambutannya, pengelola Makam Kyai Tekuk Penjalin, A. Much Ali, menyampaikan rasa syukur karena Haul Eyang Tekuk Penjalin dapat kembali terlaksana hingga tahun ke-15. Ia juga mengapresiasi kehadiran para jamaah yang datang dari berbagai daerah serta dukungan masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan.

 

“Alhamdulillah pada kesempatan malam hari ini kita diberikan panjang umur sehingga dapat bersilaturahmi, berkumpul dengan penuh rasa hormat menghadiri acara pada malam hari ini. Acara rutin kita yaitu Haul Eyang Tekuk Penjalin yang ke-15,” ujar A. Much Ali.

 

Menurutnya, pengelolaan makam merupakan amanah yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Selama 15 tahun, dirinya bersama sejumlah pihak berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan haul sebagai bentuk menjalankan amanah dari para guru dan sesepuh. A. Much Ali juga menekankan pentingnya menanamkan kebaikan selama hidup agar meninggalkan manfaat bagi generasi berikutnya.

 

“Yang penting kita menanam kebaikan, insyaAllah akan memetik kebaikan pula,” tuturnya.

 

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, panitia, tokoh agama, perangkat lingkungan serta seluruh pihak yang memberikan dukungan, baik berupa tenaga maupun bantuan untuk kelancaran kegiatan. Menurutnya, fasilitas seperti pengeras suara, penerangan hingga hidangan bagi jamaah dapat tersedia berkat gotong royong dan kepedulian masyarakat.

Baca juga : Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Pemda, Kapolres Kendal Silaturahmi ke Kodim 0715/Kendal Demi Kamtibmas Kondusif

Dalam sejarah dan tradisi tutur masyarakat setempat, Kyai Tekuk Penjalin, yang disebut memiliki nama asli Ten Koe Pen Jian Lien, dikenal sebagai tokoh, empu sekaligus penyebar agama Islam. Ia dikisahkan ikut dalam rombongan Sunan Katong ketika membuka wilayah Kaliwungu dan Kendal. Dalam perjalanan tersebut, Kyai Tekuk Penjalin disebut bersama tokoh lain, antara lain Kyai Gembyang dan Raden Panggung atau Wali Joko, mendampingi perjuangan Sunan Katong dalam menyebarkan ajaran Islam.

 

Masyarakat juga mengenal kisah mengenai hubungan Kyai Gembyang dengan Kyai Tekuk Penjalin yang disebut-sebut sebagai putra atau muridnya. Kisah tersebut menjadi bagian dari warisan sejarah lokal yang terus dikenang masyarakat melalui ziarah dan haul.

 

Dalam Mauidhoh Hasanah, KH. Nasihin mengajak jamaah untuk melihat haul sebagai momentum mengambil ibrah atau pelajaran kehidupan. Ia mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT sehingga kehidupan di dunia semestinya diisi dengan amal, ilmu, ibadah, sedekah dan pendidikan bagi generasi penerus.

“Maka adanya haul ini satu, kita ini mencari pelajaran (ibarah). Untuk menjadi suri teladan bahwa kita ini mau mendatangi orang-orang yang sudah meninggal, yang sudah wafat. Ini nyata untuk pendidikan bahwa kita ini besok juga bakal mati,” ujar KH. Nasihin dalam tausiyahnya.

Dalam ceramah yang disampaikan dengan gaya komunikatif dan diselingi humor tersebut, KH. Nasihin juga mengajak jamaah untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki bekal agama. Ia menekankan pentingnya pendidikan anak dan cucu agar menjadi generasi yang saleh dan salehah, memiliki ilmu serta mampu menghormati orang tua.

 

“Gunakan untuk sedekah jariyah. Untuk menyekolahkan dan memondokkan anak-cucu agar menjadi anak-cucu yang sholeh dan sholehah,” pesannya.

 

KH. Nasihin juga mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan ukuran materi sebagai satu-satunya orientasi dalam memilih masa depan anak. Menurutnya, apa pun profesi yang kelak dipilih oleh generasi muda—termasuk menjadi polisi maupun tentara—yang terpenting adalah tetap memiliki bekal agama, rajin mengaji dan menghormati ulama serta orang tua.

 

Salah satu bagian yang menarik perhatian jamaah adalah ketika KH. Nasihin menjelaskan mengenai tiga nilai yang menjadi bagian dari pesan spiritual dalam kehidupan, yakni barokah, karomah dan syafaat. Ia menjelaskan barokah dalam konteks hubungan orang hidup dengan sesama, sementara karomah dan syafaat disampaikan dalam perspektif keagamaan yang menjadi bagian dari keyakinan dan tradisi masyarakat.

 

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan tujuan jamaah menghadiri haul, yakni untuk mengambil pelajaran, memperbanyak doa dan memperkuat hubungan batin dengan sejarah serta tradisi keagamaan para pendahulu.

 

“Maka semoga malam ini kita semua datang sowan mencari berkah kepada beliau Eyang Tekuk Penjalin. Semua yang hadir semoga diberikan karomah dan barokah,” kata KH. Nasihin.

 

Ia juga mengingatkan bahwa tradisi haul harus mampu memberikan manfaat pendidikan bagi generasi berikutnya. Bukan sekadar berkumpul dan berdoa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian.

Baca juga : Menhan RI Tinjau Pembangunan Yonif TP 935/Satria Bahurekso, Tegaskan Prajurit Harus Jadi Solusi Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat Jotang dan jamaah yang hadir, Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15 memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh-tokoh masa lalu sekaligus mempertemukan generasi tua dan generasi muda dalam ruang keagamaan.

 

Di tengah perubahan zaman, keberadaan kegiatan semacam ini juga menjadi ruang pendidikan informal. Anak-anak dan generasi muda dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjaga tradisi, menghormati ulama dan sesepuh, serta membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan.

 

A. Much Ali dalam sambutannya berharap kegiatan haul dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Ia juga berharap kawasan tersebut dapat semakin mampu menampung jamaah yang datang.

 

Rangkaian Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15 kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Nasihin. Doa tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan sekaligus ungkapan harapan agar seluruh jamaah, keluarga, masyarakat dan para pendukung kegiatan memperoleh keberkahan serta kebaikan. Haul Eyang Tekuk Penjalin ke-15 akhirnya meninggalkan pesan sederhana namun kuat: sejarah tidak cukup hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi sumber keteladanan.

Baca juga : Haul Ki Ageng Pandanaran 2026: Tradisi, Religi, dan Gotong Royong Warnai Kota Semarang

Dari Jotang, Kendal, masyarakat kembali diingatkan bahwa menjaga nama baik para pendahulu berarti pula menjaga nilai-nilai kebaikan yang dapat diwariskan kepada anak cucu. (ADC)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top