KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Pencarian terhadap seorang siswi SMP Negeri 3 Boja berinisial NE yang hilang terseret arus banjir di kawasan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Korban dilaporkan hanyut saat melintas menggunakan sepeda motor bersama temannya ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Baca juga : 13 Hari Tanpa Hasil, Relawan Akhirnya Temukan Pendaki Hilang di Tawangmangu Setelah 23 Hari
Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa (Red.10/02/2026) malam dan langsung melakukan upaya pencarian hingga larut malam.
“Untuk upaya pencarian dari kemarin kita dapat laporan setelah magrib, sekitar jam 19.00 WIB. Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian hingga pukul 23.00 WIB, namun hasilnya masih nihil,” ujar Moel Wahyono.
Baca juga : Laka Air di Pegandon Kendal, Tim Gabungan Sisir Sungai Kalibodri Cari Korban Hilang
Pencarian kemudian dilanjutkan sejak pagi hari (Red.Rabu,11/02/2026) dengan metode penyisiran darat mengingat kondisi lokasi yang sulit dilalui perahu.
“Upaya pencarian kita lanjut pagi ini sejak pukul 06.30 WIB sesuai rencana. Sementara dilakukan manual dengan penyisiran darat karena banyak obstacle seperti bebatuan sehingga tidak memungkinkan menggunakan perahu karet,” jelasnya.
Dalam perkembangan pencarian, tim SAR justru menemukan korban lain yang juga terseret arus di lokasi yang sama pada waktu berbeda.
“Kemarin sore ada laporan satu korban lagi. Tadi pagi ditemukan, justru korban susulan itu yang ditemukan. Sedangkan korban pertama masih dalam proses pencarian,” tambah Moel Wahyono.
Baca juga : Tim Rescue Kansar Semarang dan Potensi SAR BKO Operasi Longsor Bandung Barat
Kapolsek Mijen Kompol Sutowo menjelaskan peristiwa bermula saat dua pelajar SMP melintas di jalan perkampungan Karangmalang sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi hujan deras dan arus air meluap dari sungai.
“Posisinya di jalan yang tergenang banjir dari sungai meluap, arusnya cukup deras. Mungkin dirasa bisa diterjang, ternyata terbawa arus,” kata Sutowo.
Baca juga : Polsek Pakualaman Bersama Forkompimtren Sukseskan JBN Lewat Aksi Bersih Kota
Keduanya jatuh bersama sepeda motor hingga terseret ke aliran sungai. Salah satu korban berinisial AADI berhasil selamat setelah tersangkut bambu dan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
“Korban selamat ditemukan nyangkut di bambu dekat ponpes, langsung ditolong warga dan dibawa ke Puskesmas. Saat ini sudah kembali ke rumah,” jelasnya.
Baca juga : Warga Semarang Bagikan Pengalaman Urus ETLE Resmi, Polisi Ingatkan Bahaya Link Palsu
Namun korban NE, siswi kelas VIII yang tinggal di wilayah Cangkiran, masih dinyatakan hilang.
“Yang terbawa arus NE, motornya juga ikut hanyut. Hingga kini masih dalam pencarian,” ungkap Kapolsek.
Selain kejadian tersebut, seorang pengendara lain berinisial FA juga sempat terseret banjir di lokasi yang sama. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian dilakukan.
Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa sore hingga malam menyebabkan sejumlah bencana seperti banjir, longsor, pohon tumbang hingga infrastruktur rusak di berbagai wilayah. Kondisi tersebut memicu luapan sungai dan memperbesar risiko kecelakaan di jalan yang tergenang arus deras.
Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan banjir.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan melintas di jalan yang tergenang arus deras, demi keselamatan bersama,” tegas Sutowo.
Baca juga : Polisi Sebut Nelayan di Bawen Meninggal karena Terpeleset di Perahu
Hingga berita ini ditulis, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, SARDA Semarang, TNI-Polri dan Bankom Semarang serta potensi SAR masih melakukan proses pencarian korban. (Red.ADC)




