TAWANGMANGU, Bankomsemarangnews.id – Upaya memperkuat kemandirian organisasi kemasyarakatan (ormas) terus didorong oleh Pemerintah Kota Semarang melalui kegiatan fundraising berbasis ekonomi kreatif dan digital. Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang ini berlangsung di Hotel Grand Bintang Tawangmangu, pada Rabu (15/4/2026), dan diikuti oleh 34 perwakilan ormas dari Kota Semarang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber H. Sugi Hartono, anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, yang memberikan pemaparan komprehensif terkait strategi fundraising dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai solusi kemandirian organisasi.
Dalam paparannya, Sugi Hartono menegaskan bahwa ormas memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Namun, ia mengakui masih banyak organisasi yang bergantung pada bantuan eksternal sehingga belum memiliki kemandirian finansial yang kuat.
“Organisasi kemasyarakatan harus mulai bertransformasi. Era digital dan ekonomi kreatif membuka peluang besar untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga : Pembinaan Ormas Semarang di Tawangmangu: Dorong Kemandirian Lewat Fundraising dan Ekonomi Kreatif
Ia menjelaskan, peluang bisnis di era digital sangat terbuka lebar, mulai dari pengelolaan toko online, jasa digital seperti desain grafis dan pengelolaan media sosial, hingga affiliate marketing. Selain itu, ormas juga didorong mengembangkan jasa berbasis komunitas seperti pelatihan, konsultasi, hingga penyewaan fasilitas organisasi.
Menurutnya, kekuatan utama dalam ekonomi kreatif terletak pada kreativitas dan inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

“Dengan kreativitas, organisasi bisa menciptakan produk yang unik dan bernilai tinggi. Ditambah dengan digitalisasi, pasar menjadi tidak terbatas,” tambahnya.
Berbagai sektor ekonomi kreatif yang potensial turut dipaparkan, seperti desain grafis dan multimedia, kuliner inovatif berbasis kesehatan, hingga pengembangan aplikasi digital dan kerajinan modern yang berkelanjutan.
Baca juga : Jelang May Day 2026, Polda Jateng Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Desk Ketenagakerjaan
Dalam kegiatan ini, peserta juga dibekali pemanfaatan platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, marketplace, hingga WhatsApp sebagai sarana promosi, pemasaran, dan pelayanan pelanggan.
Meski demikian, Sugi Hartono tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi ormas, seperti keterbatasan pendanaan, akses pasar, hingga minimnya inovasi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan model bisnis yang berkelanjutan.

“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar. Ormas harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesbangpol Kota Semarang berharap seluruh ormas mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca juga : Semarak Karnaval Paskah 2026 di Kota Semarang, Ribuan Umat Tampilkan Harmoni dan Pesan Damai
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan berbagi pengalaman antar organisasi, mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. (ADC)




