Kapolrestabes Semarang Pimpin Apel Petugas Polmas, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Upaya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat terus dilakukan Polrestabes Semarang melalui transformasi program Polisi RW menjadi Petugas Pemolisian Masyarakat (Polmas). Langkah strategis tersebut ditegaskan dalam Apel Petugas Polmas yang digelar di Lapangan Pratisara Wirya Polrestabes Semarang, Senin (22/06/2026).

 

Apel dipimpin langsung Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., serta diikuti para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, dan personel yang ditunjuk sebagai Petugas Polmas di seluruh wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat implementasi Pemolisian Masyarakat yang menempatkan anggota Polri sebagai mitra aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan, menyelesaikan persoalan sosial, sekaligus membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang humanis.

Dalam amanatnya, Kapolrestabes Semarang menegaskan bahwa transformasi dari Polisi RW menjadi Petugas Polmas bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan penguatan peran kepolisian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Petugas Polmas adalah ujung tombak kehadiran Polri di tengah masyarakat. Mereka harus mampu menjadi sahabat warga, pendengar yang baik, sekaligus problem solver bagi setiap persoalan yang muncul di lingkungan binaannya,” tegas Kombes Pol Heri Wahyudi.

 

Baca juga : Polrestabes Semarang Santuni 130 Anak Yatim, Wujudkan Bhayangkara yang Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

 

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen warga.

 

Karena itu, seluruh Petugas Polmas diminta aktif melaksanakan kegiatan sambang, membangun komunikasi intensif dengan perangkat lingkungan, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

 

“Deteksi dini menjadi kunci. Dengan komunikasi yang baik dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” lanjutnya.

 

Baca juga : Hari Bhayangkara Ke-80, Polrestabes Semarang Anjangsana Anggota dan Purnawirawan yang Sakit

 

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok, S.H., S.I.K., M.Si., CPHR., menjelaskan bahwa apel tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat yang menekankan pentingnya kemitraan antara Polri dan warga.

 

“Melalui apel ini, Kapolrestabes Semarang kembali menegaskan bahwa Petugas Polmas bukan hanya bertugas menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat yang hadir untuk mendengar, membantu, dan mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujar Kompol Riki.

 

Ia menambahkan bahwa transformasi Petugas Polmas diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan Kota Semarang yang selama ini dikenal kondusif dan harmonis.

 

“Petugas Polmas harus mampu membangun komunikasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat guna mendeteksi secara dini berbagai potensi masalah sosial maupun gangguan kamtibmas. Dengan begitu, penyelesaian masalah dapat dilakukan secara cepat, humanis, dan profesional,” tambahnya.

 

Baca juga : Hari Bhayangkara ke-80, Polrestabes Semarang Bantu Warga Jabungan dengan Air Bersih dan Sembako

 

Selain kemampuan komunikasi dan problem solving, aspek disiplin, integritas, profesionalisme, serta empati menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan tugas Petugas Polmas. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

 

Transformasi ini sekaligus menjadi cerminan perubahan paradigma pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran Petugas Polmas diharapkan tidak hanya menjadi simbol keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang dialog, tempat warga menyampaikan aspirasi, serta jembatan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang muncul di tingkat akar rumput.

 

Baca juga : Kirab Poo Seng Tay Tee ke-166 Semarakkan Semarang, Ribuan Warga Rayakan Harmoni Budaya dan Toleransi

 

Melalui penguatan peran Petugas Polmas, Polrestabes Semarang optimistis semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan akan semakin tumbuh. Sebab keamanan yang kokoh tidak hanya dibangun oleh aparat, melainkan lahir dari kebersamaan antara polisi dan masyarakat yang saling percaya serta saling menjaga. (Red.ADC)

 

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top