Muktamar XVI Tapak Suci di Simpang Lima Semarang, Kapolri dan Wali Kota Dianugerahi Anggota Kehormatan

Tampak hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Wibowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi pada pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (08/08/2026)

KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, menjadi saksi pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Sabtu (08/08/2026). Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir dalam agenda besar organisasi pencak silat yang mengusung tema “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.”

 

Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci tersebut berlangsung sejak pukul 07.30 WIB dan dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan Muhammadiyah, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Baca juga : Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Dorong Modernisasi Kereta Api Nasional

Momen pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, pembacaan Ikrar Tapak Suci, pelantikan Pendekar Kehormatan, serta sejumlah sambutan dari para tokoh yang hadir.

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, secara resmi membuka Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

 

Sejumlah tokoh turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Mendikdasmen RI Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Penasehat Khusus Presiden RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, serta Wakil Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan.

Baca juga : BNNP Jateng Gelar Operasi Yustisi di Tempat Hiburan Semarang, Pastikan Tempat Hiburan Bersih dari Narkoba

Salah satu momen yang mendapat perhatian dalam pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci adalah penganugerahan gelar Anggota Kehormatan kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang.

 

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum PP Tapak Suci, Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo, sebagai bentuk apresiasi sekaligus bagian dari upaya memperkuat hubungan dan sinergi antara Tapak Suci, pemerintah, serta institusi Polri.

 

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk kehormatan, tetapi juga merupakan amanah dan pengikat tali persaudaraan.

 

“Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus pengikat tali persaudaraan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci untuk terus bersama-sama mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo .

 

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara Polri dan organisasi kemasyarakatan tidak hanya ditempatkan dalam konteks seremonial, tetapi diarahkan pada kerja bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan ketahanan sosial masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti dinamika global yang masih diwarnai gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Baca juga : Polda Jateng Ungkap Tawuran Remaja di Mangkang, 4 Tersangka dan 17 DPO

Di tengah situasi tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal penting berupa ketahanan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (YoY) menjadi salah satu indikator optimisme dalam menghadapi berbagai tekanan global.

 

Kapolri menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas sosial.

 

Dalam konteks tersebut, jaringan kader Tapak Suci yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut membangun ketahanan masyarakat.

 

“Jaringan kader Tapak Suci yang tersebar luas memiliki peran strategis untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” lanjut Kapolri.

 

Kapolri juga mendorong Tapak Suci agar mengambil peran sebagai cooling system di tengah masyarakat, khususnya dalam mencegah konflik sosial dan menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap kondusif.

 

Peran tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui penguatan literasi masyarakat untuk menangkal hoaks, membangun komunikasi yang sehat, serta membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

 

Ancaman seperti narkoba, judi online, kekerasan, serta penyebaran informasi palsu dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa.

“Tapak Suci diharapkan menjadi cooling system di tengah masyarakat, mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari narkoba, judi online dan kekerasan.”

Kolaborasi tersebut sekaligus dinilai sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas Polri, yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu kekuatan penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

Baca juga : Polrestabes Semarang dan PMI Kota Semarang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jabungan

Mengusung tema “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, Muktamar XVI menjadi momentum penting bagi Tapak Suci untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan identitas sebagai salah satu kekuatan pencak silat Indonesia.

 

Tradisi bela diri yang diwariskan dari generasi ke generasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, persaudaraan, serta pembentukan karakter.

 

Nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital.

 

Karena itu, modernisasi Tapak Suci tidak berarti meninggalkan akar tradisi, melainkan memperkuat nilai-nilai tersebut agar mampu menjawab perkembangan zaman dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci kemudian ditutup dengan penampilan Seni Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah serta penyerahan apresiasi.

Baca juga : DKK Semarang dan Jasa Raharja Latih 75 Relawan PPGD 2026, Perkuat Relawan SPGDT Kota Semarang

Dari Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, pesan yang mengemuka bukan sekadar tentang kejayaan seni bela diri tradisional. Lebih jauh, Muktamar XVI menjadi ruang untuk meneguhkan semangat persaudaraan, membangun kemandirian organisasi, serta memperkuat kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan dan keamanan bangsa.

 

Bagi masyarakat, keberadaan organisasi dengan jaringan kader yang luas seperti Tapak Suci menjadi potensi besar untuk menghadirkan energi positif di tengah berbagai tantangan sosial. (Red.ADC/Kholis)

 

Simak berita terkini dan baca berita kami langsung di ponselmu.
Akses berita Bankom Semarang News
WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VatTkCa4SpkQUzGt5
Scroll to Top