KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Komitmen mewujudkan budaya tertib berlalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan terus diperkuat Polda Jawa Tengah. Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, jajaran kepolisian menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Selasa (02/06/2026), sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel dan efektivitas pelaksanaan operasi di lapangan.
Kegiatan yang dibuka Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latief Usman, tersebut diikuti para pejabat utama dan personel yang akan terlibat dalam operasi di seluruh wilayah hukum Polda Jateng.
Baca juga : Polrestabes Semarang Kerahkan 760 Personel dalam Operasi Gabungan, Tawuran dan Balap Liar Berhasil Dicegah
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Latief Usman menegaskan bahwa Latpraops menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat profesionalisme personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung,” ujar Brigjen Pol. Latief Usman.
Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah yang didukung jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa dan kepadatan kendaraan bermotor menuntut langkah-langkah preventif yang terukur guna menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Ia menegaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara humanis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik,” tambahnya.
Wakapolda juga mengingatkan seluruh personel agar memahami secara menyeluruh rencana operasi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Laksanakan tugas secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap personel harus memahami rencana operasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya tujuan operasi,” tegasnya.
Baca juga : OPD dan Relawan CC112 Semarang Ikuti Training Komunikasi Pelayanan Publik di Yogyakarta
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Karena itu kegiatan preemtif, preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaannya,” ungkap Kombes Pol. Pratama Adhyasastra.
Dalam pelaksanaannya, operasi akan menerapkan pola kegiatan yang terdiri dari 20 persen preemtif, 30 persen preventif, dan 50 persen penegakan hukum. Sementara penindakan dilakukan melalui 60 persen ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), 30 persen tilang manual terhadap pelanggaran tertentu, dan 10 persen teguran simpatik yang bersifat edukatif.
Selain pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, operasi juga menyasar berbagai tindakan yang menghambat efektivitas sistem ETLE, termasuk penggunaan penutup atau modifikasi pelat nomor kendaraan untuk menghindari identifikasi kamera pengawas.
“Salah satu perhatian kami saat ini adalah maraknya penggunaan penutup, pelipatan maupun modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang bertujuan menghindari tangkapan kamera ETLE. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan yang berlaku, tetapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan kepatuhan hukum di jalan raya,” jelasnya.
Baca juga : Silaturahmi Kamtibmas Polda Jateng, Gandeng Ormas dan Kampus Perkuat Literasi Digital di Semarang
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengajak masyarakat untuk melihat Operasi Patuh Candi 2026 sebagai gerakan bersama dalam membangun keselamatan di jalan raya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya,” kata Kombes Pol. Artanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa selain Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng tengah mempersiapkan Operasi Pekat Candi 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kedua operasi tersebut dengan mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, kita berharap situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di Jawa Tengah tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.
Baca juga : Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Jaringan Sabu Antar Kota, Tiga Residivis Ditangkap
Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya disiplin berlalu lintas di Jawa Tengah. Di balik setiap aturan yang dipatuhi, terdapat harapan besar untuk mengurangi angka kecelakaan, menyelamatkan nyawa, serta menjaga keamanan perjalanan bagi seluruh masyarakat. (Red.ADC)




