KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian korban hanyut akibat banjir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, hingga hari ketiga pada Kamis (12/02/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sepeda motor Honda Beat milik salah satu korban di aliran sungai sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
Peristiwa hanyutnya korban terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Semarang pada Selasa malam (10/02/2026). Korban diketahui melintas menggunakan sepeda motor bersama rekannya sebelum terseret arus banjir yang meluap.
Baca juga : Banjir di Semarang Seret Pengendara Motor, Pencarian Korban Masih Dilanjutkan
Kasi Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono, menyampaikan bahwa kendaraan ditemukan pada pagi hari oleh warga yang ikut membantu proses pencarian di sekitar posko SAR.
“Sementara hasil masih nihil karena cuaca hujan. Tapi ditemukan satu motor Beat, kalau yang Scoopy-nya belum,” ujar Moel Wahyono.
Motor tersebut ditemukan berada di tengah aliran sungai dalam kondisi tersangkut bebatuan dan mengalami kerusakan akibat benturan selama hanyut terbawa arus.
“Ditemukan sejauh 500 meter dari lokasi kejadian. Masih di Sungai Karangmalang, pagi tadi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, penemuan kendaraan menjadi salah satu petunjuk dalam proses pencarian korban lainnya berinisial NE, yang hingga kini masih belum ditemukan. Namun, kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat tim harus menyesuaikan metode pencarian.
“Penyisiran di sungai sementara dihentikan karena debit air kencang dan cukup berisiko. Rekan-rekan melanjutkan pencarian manual di darat,” katanya.
Baca juga : 13 Hari Tanpa Hasil, Relawan Akhirnya Temukan Pendaki Hilang di Tawangmangu Setelah 23 Hari
Sebelumnya, dalam kejadian yang sama, korban lain berinisial FMN (16) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi (11/2/2026) di Sungai Cepoko, Mijen.
Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo, menjelaskan korban ditemukan oleh relawan yang sedang melakukan penyisiran.
“Ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh relawan Banser,” ungkapnya.
Baca juga : Laka Air di Pegandon Kendal, Tim Gabungan Sisir Sungai Kalibodri Cari Korban Hilang
Korban diketahui merupakan siswi kelas 10 di salah satu SMA di Kota Semarang dan berasal dari Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, Basarnas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat berkendara di wilayah yang tergenang atau memiliki arus air deras.
“Jangan menerobos jalan dengan arus kencang karena berisiko terpeleset atau hanyut. Kami harap masyarakat lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang,” imbau Moel Wahyono.
Hingga kini, operasi SAR masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur tim gabungan diantaranya KPP Semarang, BPBD Kota Semarang, PMI, Koramil, Polsek Mijen, Sarda Jateng, Bankom Semarang, BAGANA, SARSAKA, SAR SABHARA, PMK Kota Semarang, LINMAS, UBALOKA, BANSER, SAT SAMAPTA, DISHUB, SERNU, DESATANA, BAZNAS Semarang, TRC ELSA, PKBN, Kelurahan Karangmalan, Satpol PP Karangmalang dan relawan potensi SAR.
Baca juga : Polisi Sebut Nelayan di Bawen Meninggal karena Terpeleset di Perahu
Pencarian korban masih akan dilakukan pencarian hari berikutnya sambil mempertimbangkan keselamatan personel di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil. (ADC)




