KOTA SEMARANG, Bankomsemarangnews.id – Semangat menjaga warisan budaya, sejarah, dan nilai-nilai religius kembali menyelimuti Kota Semarang melalui Kirab Budaya dan Tawasul Akbar Haul Ki Ageng Pandanaran ke-524 yang digelar pada Sabtu (11/07/2026). Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat memadati jalur kirab yang dimulai dari kawasan SMA Negeri 1 Semarang (Taman Indonesia Kaya) hingga menuju Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran di Jalan Mugas Dalam I, Kecamatan Semarang Selatan.
Sejak pukul 07.00 WIB, suasana penuh khidmat telah terasa. Kirab dipimpin Camat Semarang Tengah dan dihadiri unsur Forkopimcam, Kapolsek, TNI, pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas budaya, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga personel Bankom Semarang yang turut mengawal jalannya kegiatan sejak awal hingga seluruh rangkaian selesai.
Baca juga : Kirab Poo Seng Tay Tee ke-166 Semarakkan Semarang, Ribuan Warga Rayakan Harmoni Budaya dan Toleransi
Iring-iringan kirab menghadirkan kekayaan budaya Nusantara melalui barisan Manggalayudha, penari sesaji, pembawa pusaka dan luwur, gunungan hasil bumi, bregada musik tradisional, rombongan pelajar, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan hingga atraksi Barongsai sebagai simbol harmoni keberagaman yang tumbuh di Kota Semarang.
“Merawat sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjaga nilai luhur agar tetap hidup dalam setiap langkah pembangunan. Sinergi Polri, TNI, Bankom Semarang, pemerintah, dan masyarakat menjadi bukti bahwa budaya adalah perekat persatuan Kota Semarang.”
Sesampainya di Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tari sesaji, pembacaan sejarah singkat Ki Ageng Pandanaran, penyerahan simbolis pusaka kepada Wali Kota Semarang, tausiyah, tawasul, ziarah makam, prosesi penggantian luwur, hingga pembagian tumpeng rombyong sebagai simbol rasa syukur dan keberkahan.
Momentum tersebut dihadiri Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriaysari, S.E., M.A.P., jajaran Pemerintah Kota Semarang, Forkopimcam, tokoh agama, penggiat budaya, serta sekitar 500 peserta yang mengikuti prosesi dengan penuh kekhidmatan.
Baca juga : Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 2026, Simbol Harmoni Lintas Agama dan Budaya
Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang menegaskan bahwa Haul Ki Ageng Pandanaran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan pendiri Kota Semarang kepada generasi masa kini.
“Ki Ageng Pandanaran bukan hanya meninggalkan sejarah. Beliau memberi arah tentang bagaimana sebuah kota dibangun, dengan keberanian membuka jalan, ketulusan melayani, dan kebijaksanaan dalam merangkul masyarakat. Warisan tidak akan hidup hanya karena dikenang, tetapi karena diteruskan,” ujar Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti.
Menurutnya, pembangunan Kota Semarang harus tetap berpijak pada akar sejarah dan budaya agar kemajuan yang dicapai tidak menghilangkan identitas kota.
“Sebelum sebuah kota melangkah jauh ke depan, ada nilai-nilai yang perlu terus dijaga sebagai pijakan. Mari kita rawat sejarahnya, hidupkan nilai-nilainya, dan teruskan semangat pengabdian itu melalui karya nyata untuk Semarang yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera,” tambahnya.
Baca juga : Semarak Karnaval Paskah 2026 di Kota Semarang, Ribuan Umat Tampilkan Harmoni dan Pesan Damai
Sementara itu, Kapolsek Semarang Selatan Kompol Sucipto, S.H. menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Kirab Budaya Haul Ki Ageng Pandanaran merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan bagi masyarakat Kota Semarang. Kehadiran personel kepolisian bertujuan memberikan rasa aman sehingga seluruh kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. Kami juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, TNI, Bankom Semarang, Banser, panitia, serta seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung,” ungkap Kompol Sucipto.
Baca juga : Tradisi 3 Tahunan, Kirab Budaya Ling Hok Bio Hidupkan Spirit Kebhinekaan di Semarang
Peran Bankom Semarang turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengamanan kegiatan. Bersama personel Polri, TNI, Banser, pemerintah daerah dan panitia, personel Bankom melaksanakan pemantauan jalur kirab, membantu kelancaran arus peserta, memberikan informasi komunikasi lapangan, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan humanis.
Bagi masyarakat Semarang, Haul Ki Ageng Pandanaran bukan sekadar mengenang sosok pendiri kota. Tradisi ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, budaya, spiritualitas, dan semangat gotong royong yang terus diwariskan lintas generasi. Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, kirab budaya menjadi pengingat bahwa kemajuan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas, memperkuat toleransi, serta melestarikan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi Kota Semarang.
Baca juga : Karnaval Dugderan 2026 Perkuat Harmoni Lintas Budaya, Libatkan Anak-anak dan Tegaskan Filosofi Warak Ngendog
Seluruh rangkaian Kirab Budaya dan Tawasul Akbar Haul Ki Ageng Pandanaran ke-524 berakhir dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif, mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan kemanusiaan, serta masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan Kota Semarang. (Red.ADC)




